Kamis, 9 Agustus 2018

 

Mimpin itu Mikir

“Karena ia berpikir, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati. Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali.”  (Ibrani 11:19)

Berbicara masalah kepemimpinan itu bukanlah sesuatu yang sekedar dapat karunia begitu saja, namun juga perlu untuk dibentuk, jika ada orang yang berbakat dalam memimpin namun jika tidak dibentuk, maka akan menjadi tidak berkualitas kepemimpinannya, demikian sebaliknya jika tidak mempunyai bakat memimpin asalkan mau dibentuk untuk menjadi seorang pemimpin maka akan lahir seorang pemimpin yang berkualitas.

Abraham adalah pemimpin dalam keluarganya dan para pengikutnya, Abraham tergolong berhasil dalam membina rumah tangganya (sekalipun ada kasus pengusiran Hagar dan Ismael, namun itu atas kehendak TUHAN).

Keberhasilan Abraham juga terkait Imannya yang uji melalui kesetiaannya dalam menanti janji keturunan dan ketaatan dalam melakukan perintah TUHAN. Sehingga dalam keberhasilannya tersebut dia berubah nama dari Abram (Bapa yang Luhur) menjadi Abraham (Bapa dari segala bangsa/bapa orang–orang beriman) – atau dengan kata lain pemimpin dalam iman kepada setiap orang yang percaya kepada TUHAN.

Sahabat NK, dalam memimpin yang dilakukan Abraham ternyata tidak hanya beriman saja, tetap dia juga gunakan pikirannya untuk sejalan dengan imannya. Dalam Ibrani 11:17 “Karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal.” Abraham melakukan imannya juga disertai pikirannya, sehingga lahirlah tindakan iman yang luar biasa dan ia menjadi Bapa semua orang-orang beriman.

Sahabat NK, Tuhan Yesus juga meminta kita untuk mengasihiNya dengan segenap akal budi kita (logika kita) – Matius 22:37 “Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.”

Jalankanlah kepemimpinan dengan iman, maka kita akan melahirkan sesuatu yang memuliakan Tuhan. Selamat Memimpin dengan berpikir. [GH]