Kasih yang Mengalahkan Kebencian

170209163040

Yohanes 13: 34

Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.

Di negara Barat, hari Valentine adalah salah satu hari spesial yang dijadikan sebagai libur resmi. Hari perayaan yang satu ini dinilai istimewa karena merupakan hari peringatan wafatnya seorang martir bernama Santa Paus Gelasius I pada tahun 496 Masehi silam.

Sebagian lain percaya kalau perayaan ini dibuat sebagai cara untuk menghindari orang-orang Kristen terlibat dalam festival Romawi Kuno Lupercalia, yang digelar oleh orang-orang berkeyakinan pagan. Selain itu, sejumlah ahli juga mengatakan kalau hari kasih sayang yang identik dengan bertukar kado ini berasal dari keyakinan bangsa Inggris Kuno. Mereka percaya kalau burung-burung memilih pasangan mereka tepat pada hari itu.

Sementara gereja mula-mula memiliki dua orang kudus yang bernama Valentine. Kisah ini berasal dari Romawi dimana Kaisar Romawi Claudius II yang menjabat kala itu, melarang seorang pemuda untuk menikah. Dia berpikir bahwa pemuda lajang ini bisa saja dibentuk jadi prajurit yang tangguh. Tapi pemuda yang bernama Valentine ini kemudian berontak dan akhirnya menikah diam-diam.

Versi lainnya mengatakan kalau sosok Valentine adalah seorang Kristen yang suka berteman dengan anak-anak. Sayangnya dia dipenjara, lalu dengan diam-diam teman-temannya yang kebanyakan anak-anak itu melemparkan sebuah surat berisi catatan cinta lewat jendela selnya.

Dalam nats Alkitab, kita tahu bahwa Yesus juga memberikan perintah supaya kita mengasihi (baca Markus 12: 30-31; Yohanes 13: 34). Dia menyampaikan saat kita mengasihi satu sama lain, kita bisa jadi saksi bagi dunia bahwa kita adalah para pengikut-Nya (Yohanes 13: 35).

Setelah kita mengalami kasih Allah, giliran kita untuk membagikan kasih itu kembali kepada orang lain. Dengan catatan, Tuhan juga ingin kita mengasihi orang yang membenci dan memusuhi kita. Tentu saja ini adalah perintah yang tidak logis dan kedengaran sangat mustahil. “Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu..” (Lukas 6: 27)

Tentu hal ini bertentangan dengan kecenderungan kita yang hanya mengasihi mereka yang mengasihi kita juga. Tapi tidak dengan kasih Yesus yang mengalahkan segala kebencian dan permusuhan. Kasih yang tulus semacam ini hanya bisa kita miliki jika kita sudah hidup dalam Roh Allah. Saat kita sudah memilikinya, kita akan bisa jadi saksi kasih yang tak terbantahkan kepada dunia.

Jika tanggal 14 Februari biasanya kita hanya mengungkapkan rasa kasih kitahanya pada orang-orang yang kita kasihi saja, maka alangkah baiknya jika kita menggunakan hari spesial ini untuk menjangkau mereka yang tidak memiliki kasih di dalam hidupnya. Mari menjadi kasih yang nyata bagi sesama kita, bukan hanya saat Valentine tapi setiap hari juga.

Kasih yang nyata mengalahkan kebencian dan permusuhan, karena itu mari menebar kasih setiap waktu bagi mereka yang belum hidup dalam kasih

Sumber : Dianne Neal Matthews/Cbn.com