Kesaksian Ibu Mary Kristiani: ‘Meminta dengan ketulusan hati’

Kisah Para Rasul 3:6 “…Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu…”

Tante_Merry_n_Ibu_Ani

Narasumber 1 : ” Shalom, disini saya mau menyaksikan cinta kasih Tuhan yang luar biasa dalam kehidupan saya yang telah menjawab doa-doa saya, yang saya percaya bahwa doa itu tidak lernah sia-sia, kalau kita meminta dengan ketulusan hati.

Tuhan akan menjawabnya Tuhan ijinkan saya untuk meminta kepada Tuhan. Ada 20 tahun saya meminta kepada Tuhan bahwa kakak saya saat saya selamat, saya memegang janji Tuhan bahwa kalau saya selamat, berarti kakak saya juga selamat, saat itu kakak saya, namanya bu Ani, dia adalah kakak sepupu saya, kakak sepupu kami 1 nenek. Saya 20 tahun mendoakan dia karena itu bahwa dia juga diselamatkan. Tapi memang kondisinya kami terpisah jauh saat itu dan saya sudah berkeluarga. Dia masih dengan ibu saya. Dia adalah kakak sepupu saya yang dari kecil dari mulai di dalam kandungan dia penolakan semua terjadi, seperti anak yang tidak di terima. Dia ditolak saat ini dan keberadaannya memang banyak tidak diinginkan. Karena prosesnya waktu itu ibunya diperkosa oleh seseorang, itu yang dia tidak tahu, tapi ibunya hanya berdiam diri. Tidak mau menceritakan siapa dia. Sampai saat inipun tidak tahu siapa dia. Puji Tuhan setelah sampai dia umur 9 bulan dalam kandungan, dia boleh lahir dengan selamat. Dan tetapi ada kekecewaan ibunya dipanggil Tuhan. Setelah itu mbak Ani diambil nenek saya, diasuh dari mulai bayi dia sampai besar, dan saat itu kami dijadikan satu. Saat itu ibu saya belum menikah, sampai dia umur 12 tahun dia sama nenek saya dan diasuh nenek saya tetapi setelah ….

Dia lahir dia memang diasuh nenek saya dia dari awal memang sudah tumbuh kepahitan dari mulai dalam kandungan.. sampai dia besar pun kepahitan itu ada didalam dia, sehingga dia tidak bisa mengontrol emosinya. Puji Tuhan dia bisa sekolah sampai SMEA. Itu juga karena kasih karunia Tuhan. Walaupun saat itu dia masih di luar Tuhan. Tapi Tuhan sangat mengasihi dia, sampai saat dia menikah, dia punya anak ada 2, dia pnya anak tetapi karena kelemahan dia, dia tidak bisa mengurus anaknya, karena sakit didalam mental dia. Akhirnya dia dikembalikan kepada ibu saya. Sampai saat itu terus dia ikut ibu saya, sampai puluhan tahun. Didalam proses ini emosi dia tidak bisa kekontrol. Seringkali dia emosi marah sampai meluap yang kadang saat itu masih ada bapak saya, dia masih bisa kekontrol, tetapi saat ibu saya sudah sendiri, tidak ada bapak, ibu saya tidak bisa mengatasinya. Akhirnya dia emosi yang meluap-luap, saat dia punya keinginan tidak bisa dia dapatkan, emosi itu yang dia tidak sadari, sampai suatu saat dia membawa golok, mengancam ibu saya, sampai ibu saya diamankan oleh tetangga. Nah, setelah itu dianya terus dengan emosi seperti itu trus akhirnya dia dibawa ke dokter jiwa, dan dia hanya diberikan obat penenang, karena dia kalo tidak tidur, dia tidak bisa istirahat, dia tidak bisa terkontrol emosi dia. Akhirnya dia terus minum obat, konsumsi obat,..dan obat terus sampai menimbulkan didalam fisik dia mengeluarkan aroma yang tidak enak. Nah itu juga menjadikan batu sandungan bagi orang banyak. Tapi puji Tuhan, Tuhan itu baik, walaupun dengan kekuranganya seperti ini, Tuhan memberikan menolong seseorang itu tidak memandang. Saat itu saya, waktu pertamakali saya diberikan hati Tuhan, saya terbeban dengan kakak saya ini. Tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi kita percaya waktu Tuhan, bukan waktunya kita saat waktunya Tuhan, Tuhan bergerak untuk menolong dia. Itu Tuhan memberikan mimpi kepada saya. Memberikan mimpi yang luarbiasa untuk saya ambil alih. Karena ibu saya sudah tua, tidak mampu lagi mengurus dia. Dan akhirnya Tuhan memberikan,.. ambil alih… saya pun dengan rasa takut dan saat itu secara daging saya takut, karena apa .. Suami saya sendiri belum bisa menerima. Karena memang dari awal setelah mengetahui saya mempunyai saudara seperti ini memang sudah katakan bahwa saya tidak bisa. Awas besok saya tidak mau. Tetapi saya percaya bahwa saya mempunyai Tuhan yang luarbiasa. Suami saya diciptakan Tuhan, saya mengerti dari mulai pikirannya sampai yang terkecil, dia tahu. Akhirnya Tuhan jamah juga. Saya hanya bisa berdoa. Tuhan saya meminta saat ini saat Tuhan telah menyelamatkan saya, Tuhan pasti akan menyelamatkan mbak Ani. Caranya bagaimana,.. kalau Tuhan sudah utus saya untuk ambil alih tanggung jawab ini, tapi kalau suami dan anak-anak saya tidak bisa menerima bagaimana saya melakukan itu saya hanya bisa berdoa memohon kepada Tuhan. Tetapi saat yang tepat Tuhan berikan itu saya bisa berani bercerita kepada suami saya, suami saya katakan ‘ya,.. ambil’ itu hanya kata-kata sebenarnya sepele tapi membuat saya.. inilah jawaban Tuhan. Saat itulah, saat suami saya katakan itu saya berkata kepada anak-anak : ‘bagaimana kalo mami ambil bude Ani seperti ini, karena posisinya eyang dalam keadaan sudah tua seperti ini.?’ akhirnya anak-anak : ‘ iya mi, ambil aja’. Itu juga karena kasih karunia Tuhan saya. Anak-anak mau membuka hati menerima mbak Ani seperti ini. Dan akhirnya mbak Ani dibawa ke Bandung oleh ibu saya, dan ibu saya membawa obat 1 tas kantong itu untuk persediaan beberapa bulan. Saya hanya punya beriman bahwa Tuhan saat Engkau mengutus saya untuk merawat dia, saat Engkau kirimkan dia ke tempat saya. Saya percaya bahwa kuasa Tuhan akan dinyatakan ditempat ini. Saya tidak mau dia bergantung dengan obat. Saat itu ibu saya marah untuk jangan sampai dia terlambat minum obat. Tapi saya katakan ‘tidak’. Saya sudah menyerahkan kepada Tuhan. Saya percaya kuasa Tuhan dinyatakan. Saat seperti itulah saya saya beriman obat itu saya masukkan ke lemari , sudah yang sampai saya tidak melihat dan sampai saya lupa. Akhirnya sampai sekarang, puji Tuhan, ini karena kasih karunia Tuhan, saat dia mulai lepas dari obat. Amin..”

Host: “Apa yang ibu Merry lakukan ketika mbak Ani datang ke rumah ibu Merry?”

Narasumber 1 : “Saya saat itu hanya bisa bersyukur. Saya cuma bisa menangis. Tuhan terimakasih. Tapi ini tanggungjawab besar. Saya tidak bisa Tuhan,.. sendiri. Kalau saya ambil keputusan saya percaya bahwa saya menyerahkan ke dalam tangan Tuhan. Saat itulah ibu saya ke rumah, ibu masih kasi obat. Rutin dikasi obat. Tapi saya nggak bisa. ‘Ibu, ibu sudah kasih tanggungjawab ke saya, saya akan ambil alih, obat mana, mbak Ani mulai sekarang tidak akan minum obat. ”

Host : “Selain berdoa, apa saja yang ibu lakukan kepada ibu Ani?”

Narasumber 1: “Saya memang bukan hanya berdoa. Tapi saya bersyukur Tuhan memberikan hikmat itu, dia sebetulnya membutuhkan kasih, dia membutuhkan perhatian, dia membutuhkan orang yang bisa mendengarkan suara dia. Akhirnya, saya bisa jadi teman buat dia, saya bisa untuk dia curhat mau cerita apa, itu memang membutuhkan waktu. Tapi Tuhan memberikan luarbiasa,.. secara manusia saya tidak akan sesabar ini, kalau bukan karena Tuhan. ”

Host : “Ibu Ani suka dibawa kemana aja sama ibu Merry?”

Narasumber 1 : “Saya setelah mbak Ani dalam keadaan seperti ini saya sudah menjadi teman saya yang pertama yang saya bawa adalah ke gereja. saya katakan. Nanti kamu malu, itu berkata seperti itu ibu saya. Kamu malu kamu punya teman-teman yang luar biasa disini, nggak seperti disana. Tidak. saat saya membawa mbak Ani, saya membawa jiwa kepada Tuhan. Saya bawa dia ke gereja. Saya bawa dia untuk berdoa, ikut komsel, saya ajak dia. Setelah itu, memang saya ajak,.. saya rindu untuk dia dibaptis. Tetapi dengan kekurangan dia, saya tidak tau bagaimana caranya. untuk dia dibaptis. ”

Host : “mbak Ani, waktu mbak Ani ke gereja, mbak Ani mulai percaya Tuhan itu tahun 2009 mbak Ani ke Bandung, dibawa ke gereja, apa yang mbak Ani alami? waktu di gereja? ”

Narasumber 2 : “memuji aja di gereja ”

Host : “gini mbak Ani kan waktu itu suka marah, tadi ibu Merry bilang mbak Ani, kalo marah pernah bawa golok, pernah ngamuk, pernah masuk rumah sakit jiwa, pernah apa, nah sesudah ikut Tuhan, sesudah percaya Tuhan, apa yang mbak Ani alami, apa yang mbak Ani rasakan?”

Narasumber 2 : “bersyukur aja, ada sukacita, ada damai”

Host : “ya,.. kalo mbak Ani bahagia ya..mbak Ani sudah dibaptuis kan? ”

Narasumber 2 : “sudah”

Host : “nah sekarang apa yang dilakukan mbak Ani tiap pagi ketika bangun tidur?”

Narasumber 2 : “berdoa, serta memuji Tuhan,”

Host : “kayaknya bisa dipertegas sama ibu Merry apa yang dilakukan oleh mbak Ani ini setelah dia percaya Tuhan Yesus, dibaptis, dan mulai hidup dalam lingkungan anak-anak Tuhan,?”

Narasumber 1 : “Puji Tuhan setelah saya bawa dia ke gereja, dia dibaptis, dengan ketidakmengertian dia, tapi karena saya berpegang bahwa kita membawa jiwa dia, bukan membawa badan dia, membawa badan dia bisa terlihat tetapi membawa jiwa dia. Saat saya membawa dia ke gereja, ada perubahan yang sangat luarbiasa, emosi dia bisa kekontrol sampai saat ini munkin seperti kita-kita , saya kalah, saya jujur saya kalah, tetapi dia mempunyai semangat yang sangat luarbiasa, Tuhan berikan dengan kekurangan dan kelemahan dia. Dia setiap pagi 3.30, jam 4 dia pasti bangun, bangun dia itu tidak ke luar, tapi dia baca firman, dia memuji Tuhan, dia berdoa, itu yang dia lakukan setiap hari sampai pada saat ini, dan perubahan sangat luarbiasa dengan seperti itu Waktu dia di Gombong ikut ibu saya, dia kalo mandi pagi, dia akan batuk yang luarbiasa, tapi saat di Bandung dalam kondisi yang dingin, kadang jam 4.30. habis doa, dia itu bangun, tetapi tidak ada satu penyakit pun sampai saat ini. Puji Tuhan, Tuhan memberikan itu, dan perubahan sangat besar terjadi, bahwa, tadinya yang dia tidak bisa berpikir, blank, dia tidak bisa mengerti apa-apa, tapi sekarang mulai otaknya bekerja. Dia memang kalo nonton TV dia tidak mengerti, dia membaca koran atau apa dia tidak mengerti, tapi saat dia membaca firman, ada kekuatan buat dia, dia berdoa, sampai pernah pada suatu saat dia sakit di tangannya. Waktu itu kami saksikan di komsel, ada pak Luhut itu, kami menyaksikan, saya cuma bilang, kamu sudah jadi anak Tuhan, kamu punya kuasa, coba kamu berdoa. Dia sakit di tangannya, kami tidak mengajari, tapi dibiar dia mengalir dengan doa dia, saat dia tumpang tangan, Tuhan dalam Nama Yesus, tanganku sembuh, tanganku sakit ini sudah sembuh, dia merasakan dia dengan sukacitanya menyaksikan kepada saya, dik, aku sudah dijawab doanya, bahwa tanganku sudah sembuh yang tadinya sakit, saya hanya bisa menangis. Tuhan,… dengan doa yang sebegitu sederhananya, Tuhan menjawab, dengan kelemahan dia Tuhan menjawab, karena apa, Tuhan melihat hati dia, yang luarbiasa, sehingga sampai pada saat ini pun terjadi perubahan yang sangat luarbiasa. Saya bersyukur memang proses ini tidak berhenti untuk saya berdoa, tetapi saya terus berdoa kepada dia bahwa suatu saat dia akan menjadi saksi Tuhan. suatu saat dia akan menjadi berkat buat Tuhan. Inilah yang saya saksikan.”

Host : “mbak Ani saya mau tanya, apa yang mbak Ani sampaikan kepada kita semua, sesudah mbak Ani sembuh dari sakit mbak Ani, apa yang mbak Ani sampaiin? ”

Narasumber 2 : “bersyukur aja kepada Tuhan kita bisa memuji sama berdoa, merenungkan firman, dan dengan kita lakukan itu tiap pagi, itu jam 4 itu, itu aja”

Host : “mbak Ani tiap hari baca firman? ”

Narasumber 2 : “iya”

Host : “kadang-kadang nggak ngerti?.. ”

Narasumber 2 : “Iya.. ”

Host : “nah kalau seandainya nggak ngerti sama mbak Ani, dihafalkan kan? seperti tadi bilang emas dan perak aku tidak punya..tapi yang aku punya aku berikan kepadamu.. ya.. nah.. sekarang mbak Ani sudah percaya kepada Tuhan sungguh-sungguh, apa yang mbak Ani mau bagikan kepada kami semua? apakah supaya kami menjadi lebih percaya? karena banyak orang di luar sana, yang mengalami lebih parah dari mbak Ani?”

Narasumber 2 : “Percaya aja kepada Tuhan Yesus,”

Host : “trus sesudah percaya Tuhan,?”

Narasumber 2 : “melakukan Firman Tuhan ”

Host : “sekarang mbak Ani masih pengen meledak-ledak marah ga?”

Narasumber 2 : “nggak, suka masih ada dikit”

Host : “tapi nggak kayak dulu bawa golok kan?”

Narasumber 2 : “nggak”

Host : “ya… puji Tuhan”

Narasumber 1 : “Doa yang membuat dia kuat, doa yang membuat dia sembuh, doa,,. jawaban doa yang membuat dia berubah sekarang, dia kalo sudah mempunya waktu doa, dia tidak mau diganggu oleh siapapun, iya.. sama siapa nggak mau diganggu? sama anak-anak ya? iya puji Tuhan sekarang kehidupannya, mungkin kalo secara manusia dia tidak mengerti, tapi kalo ditanya ya.. dia bersyukur, memuji Tuhan, dengan merenungkan firman, berdoa, hanya itu yang Tuhan ijinkan boleh ini, karena saya tidak tahu rencana Tuhan luarbiasa. Saya percaya, dengan berdoa, memuji Tuhan, merenungkan Firman, dia akan menjadi lebih baik lagi dan akan menjadi saksi Tuhan sampai ke ujung dunia. Amin.”

Sumber: Blessing Media
Narasumber 1 : Ibu Merry
Narasumber 2 : Ibu Ani
Host : Lanny Gunadi
Kameramen : Gideon Manurung
Editor : Christiani Putri