Kesaksian : Mujizat ‘memiliki anak’

foto_Ibu_Yuanita_dan_anak

Ibu Yuanita: “Shalom, nama saya Yuanita, saya ingin menyaksikan kasih Tuhan di dalam keluarga saya. Saya menikah tahun 2009. Pada awal menikah saya memeriksakan kandungan. Pada dokter kandungan dan memvonis saya mengidap PJO. PJO itu adalah sel telur dalam kandungan saya itu banyak dan kecil-kecil, sehingga sulit untuk hamil.

Dokter menyarankan untuk terapi. Dan saya menjalani terapi itu, dokter bilang 8 bulan saya melakukan terapi itu dan saya akan hamil. Setelah 8 bulan saya hamil, tetapi kandungan tidak berkembang , akhirnya harus dikuret. Lalu pada pertengahan 2011 saya hamil lagi, Januari 2012 saya melahirkan pada usia kandungan 5 bulan setengah, sehingga anak saya meninggal.

Lalu dokter menyarankan supaya saya segera hamil lagi setelah 6 bulan. Itu saya hamil lagi, tetapi kejadian pada awal pertama kali saya hamil kandungan tidak berkembang terjadi lagi dan saya harus menggugurkan kembali kandungan saya. Saya sudah benar-benar tidak melakukan apapun, terapi yang dokter berikan saya tidak lakukan. Saya hanya berdoa, saya hanya minta sama Tuhan, ya semoga saya bisa hamil.

Lalu pada bulan Maret 2013 itu saya bersama suami kami berkomitmen lagi, ok, kita mulai lagi ke dokter untuk terapi lagi tapi pada saat ke dokter ternyata saya sudah hamil 4 minggu. Ada takut juga , takut untuk keguguran lagi, tapi kami hanya berdoa dibantu dengan tim doa dari Gereja Bethel Indonesia Mekar Wangi. Dari usia kandungan ke 4 bulan sampai usia kandungan saya, sampai anak saya lahir itu saya tinggal di Rumah Sakit Limijati. Sampai akhirnya tanggal 9 Desember kemarin, anak saya lahir.

Puji Tuhan semuanya lengkap tidak kurang satu apapun, dan tidak kekurangan apapun dengan bayi saya. Puji Tuhan ini adalah anak kami yang baru lahir, kami menamakan Samuel Betrand Wijaya. Ya, sama seperti Hana yang mengharapkan anak, dan memberikan nama Samuel. Jadi ya Tuhan sudah mendengar doa kami dan Tuhan memberikan Samuel kepada kami.”.

Narasumber: Ibu Yuanita – jemaat GBI Mekar Wangi Bandung
Editor: Christiani Putri