Kesaksian Pak Sanjaya: ‘Kita memuliakan Tuhan dengan apapun yang kita lakukan.’

pak_sanjaya

Pak Sanjaya:’Salam Sejahtera untuk semua pemirsa…
Saya ingin membagikan pengalaman saya didalam membuka usaha yang baru. Saya adalah seorang pengusaha di kota Bandung yang bergerak di dalam bidang mesin tekstil.

Tapi saya punya bidang usaha yang saya berkongsi dengan teman saya yaitu perusahaan bakery mayasari. Saya ingin membagikan beberapa tip mungkin pemirsa bisa  mempunyai ide untuk membuka usaha baru yang dapat memulyakan nama Tuhan.

Jadi pertama-tama ketika saya ingin mendirikan usaha ini saya memang berjalan dengan satu keisengan, waktu itu saya didatangi oleh teman saya. Teman berolahraga, dia katakan bahwa dia mempunyai seorang teman yang tidak mempunyai usaha atau mempunyai pekerjaan dan dia meminta pekerjaan. Jadi teman saya ini ingin mendirikan satu usaha untuk membantu temannya. Dan disatu sisi lain saya ingin memberikan satu hadiah kepada istri saya. Dimana saya berpikir kalau saya ingin memberikan hadiah dalam bentuk barang, dalam bentuk uang, atau dalam bentuk kendaraan mungkin itu sesuatu yang biasa dilakukan. Jadi saya berpikir ‘Tuhan saya ingin memberikan apa gitu kepada istri saya?’. Ketika itu saya berpikir, waktu teman saya mengajak saya berkongsi, saya memberikan ide bahwa, boleh saya berkongsi tapi saya menggunakan nama istri saya sebagai bentuk usaha itu, sehingga digunakan sebagai bakery mayasari. Nah,… saya ingin katakan bahwa pemirsa ketika kita ingin membuka satu usaha baru, kita harus mempunyai tujuan yang baik. Kenapa saya menggunakan nama istri saya, karena saya berpikir ‘ketika kita menggunakan nama orang yang kita kasihi, kalau kita mengasihi Tuhan, maka kita harus mengasihi istri kita’.

Maka ketika kita berani menggunakan nama orang yang kita kasihi, pasti kita akan menjaga kualitas dari barang yang akan kita buat, kita akan menjaga keberhasilan dari perusahaan yang kita jalankan. Dan ketika itu saya berusaha untuk mendapatkan ide-ide baru bagaimana saya bisa membuat produk-produk baru dan saya bisa memulyakan Tuhan dengan apa yang saya kerjakan itu. Dan didalam melakukan usaha bakery ini bukan berarti bahwa saya tidak mempunyai masalah. Semua bisnis mempunyai jatuh bangun.

Tetapi ketika saya mengalami beberapa masalah saya diingatkan bahwa saya harus memberikan yang terbaik untuk Tuhan. Dan saya sudah berjanji bahwa saya ingin memberikan hadiah yang terbaik untuk istri saya. Makanya Tuhan memberikan hikmat, memberikan ide-ide. Ketika saya mempunyai masalah, saya coba meminta hikmat kepada Tuhan. Dari ide-ide yang Tuhan berikan itu saya bisa berkreatif memberikan produk yang baru, dan saya bisa memperbesar omset saya. Dan puji Tuhan sampai sekarang usaha bakery mayasari ini saya dedikasikan untuk Tuhan dan juga untuk kemuliaan Nama Tuhan .

Puji Tuhan ketika saya ingin memberikan yang terbaik kepada keluarga, dan terutama kepada istri, saya juga memberikan yang terbaik kepada Tuhan. Puji Tuhan ketika saya mempunyai konsep bahwa saya harus memberikan yang terbaik didalam bisnis saya, saya bisa memberikan ide-ide yang lebih baik lagi dalam usaha bisnis saya. Dan sekarang Tuhan memberkati usaha Mayasari ini dengan berbagai banyak cabang dan juga agen. Saya bisa mengelola kira-kira 13 cabang yang dikelola sendiri dengan 2 pabrik yang ada. Saya juga bisa menjual kepada agen-agen yang ada. Dan saya berharap saya bisa terus memberikan yang terbaik. Bukan hanya kepada manusia, bukan hanya kepada pelanggan, kepada supplier, kepada customer, tetapi juga memberikan yang terbaik kepada Tuhan yang sudah menciptakan kita semua.

Demikianlah kesaksian saya. Saya berharap pemirsa membuat satu ide-ide baru untuk membuat bisnis baru yang bisa memuliakan Tuhan. Dan saya yakin Tuhan akan memberkati kita semua. Dan kita memuliakan Tuhan dengan apapun yang kita lakukan. Bisnis apapun yang kita lakukan pasti Tuhan akan memberkati. Sekian kesaksian saya. Semoga Tuhan Yesus memberkati kita semua dan juga bisnis saudara-saudara.

Sumber: Blessing Media (GBI Mekar Wangi Bandung)
Narasumber  : Glenn
Kameramen : Gideon Manurung, Hilton Huwaa
Scripter : Febriani Mairi
Editor : Christiani Putri