Melayani = Memberi Hidup Kepada Tuhan

INS-HIDUP-MELAYANI-MAR-2017

“…………………Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” (Yosua 24:15).

Kata “beribadah” muncul 7 kali di dalam Yosua 24:14-15, 3 kali pada ayat 14 dan 4 pada ayat 15.
Ketujuh kali pemunculan kata itu merupakan terjemahan dari kata kerja Ibrani “Abad,” yang berarti “melayani” atau “to serve.” Sebuah kata Ibrani biasanya terdiri dari 3 konsonan. Kata “abad” terdiri dari konsonan ayin, beth dan dalet.
Kata “abad” sangat bertalian erat dengan kata “ebed” (budak). Karena “ebed” pun terdiri dari ayin, beth dan dalet. Jadi apa itu “beribadah” (Abad)?. Beribadah adalah melayani sebagai seorang budak.

Ketika saya mengatakan melayani berarti memberikan hidup kita kepada Tuhan seperti seorang budak, anak kembar saya mengatakan: “Kok, hidupnya diberikan ?. Berarti mati, donk ?” Saya menjelaskan kepadanya: “ya, memberikan hidup” berarti kita mati, tetapi tidak secara jasmani.

Artinya, selama kita hidup di dunia, kita melakukan apa saja demi TUHAN. Mengapa demikian ?. Karena hidup seorang budak bukan milik sendiri tetapi milik majikannya dan majikan kita adalah TUHAN.

Ketika kita menetapkan pilihan untuk melayani Tuhan berar ti kita harus berkomitmen bahwa dalam seluruh gerak aktivitas kita harus merupakan kegiatan demi Tuhan. Mengapa demikian?, karena kita milik-Nya, maka kita melakukan segala sesuatu demi Dia.
Paulus berkata: “Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” (1 Kor. 6:20). Perkataan Paulus ini dikatakan kepada orang-orang di Korintus yang telah disucikan, dikuduskan dan dibenarkan dalam nama Yesus Kristus dan olehRoh Allah (1 Kor. 6:11), TETAPI mereka mengikatkan diri dengan percabulan (1 Kor. 6:18).

Paulus melarang jemaat tersebut. Selain tubuh orang percaya adalah bait di mana Roh Allah tinggal (1 Kor. 6:19), tubuh ini telah dibeli dengan harga yang telah lunas dibayar.

Apa artinya “telah dibeli ?” Kata ini berasal dari kata Yunani “agoradzo,” sebuah istilah dalam perdagangan, ketika seseorang membayar dengan harga ter tentu kepada seorang majikan untuk budaknya menjadi milik kepunyaan si pembeli.
Budak itu sekarang menjadi milik kepunyaan majikan yang baru. Seluruh hidup sang budak, gerak aktivitas yang dilakukan dengan tubuhnya harus mengerjakan apa yang dikehendaki majikan barunya.

Karena kita sebagai orang percaya telah dibeli dengan harga lunas dibayar, yaitu oleh pengorbanan Yesus Kristus, maka dengan segenap hidup kita hanya melakukan kehendak Allah, dan dalam bahasa Paulus “muliakan Allah dengan tubuhmu.”

Tidak hidup dalam penyembahan berhala, tidak hidup dalam percabulan, tidak hidup dan bertekun dalam dosa, tetapi melayani, mengabdikan dan menghambakan diri kita kepada Tuhan. Ajak keluarga kita, seperti komitmen Yosua: “Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN.”

[Sumber : R.A.B-Stephano Ambessa, MTh/Foto : Istimewa].

Layanilah Tuhan dengan hati yang penuh ucapan syukur senantiasa