Mengertilah, Langkah Hidupmu Bukan Ditentukan Apa Kata Manusia Tetapi Apa Kehendak Tuhan

180402165827Ada sebuah cerita dari negeri Cina klasik tentang seorang kakek tua yang tinggal di desa terpencil yang akan menjual keledainya ke kota. Lalu dia mengajak cucunya yang masih kecil untuk menemaninya.

 

Selama perjalannya menuju kota, berjalanlah mereka masing-masing, sang kakek dan sang cucu bersebelahan dan keledainya di tuntun. Mereka pun melalui beberapa desa yang penduduknya juga mengenal sang kakek tersebut.

 

Di tengah perjalanannya, salah satu kenalan si kakek bertanya, “Kakek mau kemana pagi-pagi?”. “Mau ke kota,” jawab sang kakek.

 

Maka berbisik-bisiklah mereka satu dengan yang lain dan kakek yang telinganya masih tajam mendengar bisikan mereka yang berkata,” Coba lihat kakek yang bodoh itu, masa dia punya keledai tapi nggak dinaiki sih, padahal kan jarak dari sini ke kota masih jauh. Dasar orang desa yang tak sekolah!.”

 

Mendengar hal itu, sang kakek yang nggak mau dibilang bodoh merubah cara jalan mereka ke kota. Sang cucu dinaikkan ke keledai dan sang kakek berjalan kaki menuntun keledai.

 

Nggak jauh berjalan, terdengar orang lain berbisik-bisik setelah menyapa dan bertanya tujuan mereka pergi,” Lihat anak kecil yang kurang ajar itu, enak-enakan naik keledai sedangkan kakeknya yang sudah tua banget disuruhnya jalan kaki ke kota yang jauh. Untung ya, kita nggak punya cucu begitu!.”

 

Mendengar bisikan itu, sang kakek nggak terima cucunya dikatain demikian, sehingga dia merubah kembali cara jalan mereka ke kota. Sang kakek naik keledai dan cucunya berjalan kaki menuntun keledai ke kota.

 

Nggak lama kemudian, terdengar lagi bisikan orang lain.” Lihat kakek tua yang nggak tahu diri itu, enak-enakan naik keledai dan membiarkan anak kecil yang masih dalam pertumbuhan  jalan jauh sekali, untung kita nggak punya kakek seperti itu.”

 

Dalam hidup ini, sering sekali kita menjalani hidup persis seperti si kakek.

 

Kita berusaha menyenangkan semua orang, merasa terganggu dengan omongan orang, sampai-sampai kita sendiri kehilangan bahkan tidak memiliki prinsip sendiri.

 

Seperti beberapa tahun lalu, saya ingat persis bagaimana orang membicarakan wajahku yang terlihat seperti anak kecil, dibanding usiaku. Hal itu akhirnya membuatku terganggu dan belajar memakai make up.

 

Setelah itu terjadi, orang-orang mulai membicarakanku lagi dan mengatakan bahwa aku terlihat lebih tua dari usiaku, bahkan make up yang aku gunakan terlalu menor.

 

Begitulah hidup didalam dunia ini, kita sering sekali diperhadapkan dengan situasi yang nggak terduga dan kadang akhirnya membuat kita merasa terintimidasi dan berusaha menyenangkan mereka.

 

Kita harus memahami dan mengerti satu hal bahwa kita diciptakan bukan untuk mengerjakan apa yang disukai oleh manusia, tetapi apa yang berkenan bagi Allah.

 

Amsal 20:24 berkata ” Langkah orang ditentukan oleh Tuhan…”

 

Jadi sudah jelas, bahwa langkah kita bukan ditentukan oleh omongan orang lain, tetapi apa yang dikehendaki oleh Tuhan.

Kata-kata selanjutnya mengatakan “…tetapi bagaimanakah manusia dapat mengerti jalan hidupnya?”

 

Firman ini mengajak kita untuk lebih dekat dan akrab dengan Tuhan. Kita harus lebih intim dan semakin peka dengan Roh KudusNya, karena Dialah yang akan menuntun kita dan memberitahukan kita apa yang baik dan tidak untuk kita lakukan. Apa yang pantas dan bagaimana meresponi segala sesuatunya.

 

“Jangan izinkan standard dan prinsipmu ditentukan oleh apa kata manusia, tetapi milikilah sendiri standard dan prinsip yang berasal dari Allah dan disukai olehNya.”

 

 

Sumber : Jawaban.com