Menjadi Bendahara Allah

Tuhan sebagai seorang Pencipta memiliki kekuasaan tidak terbatas dalam memerintah. Namun dalam segala ke Maha Kuasaannya tersebut, Dia mendelegasikan beberapa kekuasaan kepada manusia yang adalah hamba-hamba-Nya. Salah satunya adalah Tuhan mendelegasikan berkat kepada manusia untuk dikelola. Fungsi manusia disini adalah bendahara Allah, dimana kita diberi kewenangan oleh Allah dalam mengurus harta yang Ia percayakan.
Namun sebagai seorang bendahara Allah, kita bukanlah seorang “agen bebas” dalam melaksanakan tugas, namun otoritasnya memiliki batasan-batasan tertentu. Karena sebagai seorang hamba Tuhan kita juga mengemban tugas dan tanggung jawab dalam menjalankan misi Ilahi.
Dari kitab Kejadian hingga Wahyu, Allah telah memandatkan penatalayanan kepada manusia.
Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” ~ Kejadian 1:28

Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai. ~ I Korintus 4:2
“Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi” ~ Wahyu 5:10
Untuk memenuhi mandat diatas, Anda perlu berhenti sejenak dan merenungkan kewajiban serta hak-hak Anda sebagai hambat Tuhan.

Tetapkan prioritas. Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya. ~ Amsal 3:9-10
Memberi dengan murah hati. Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.
Melatih kesabaran. Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan. ~ Amsal 21:5
Memberi dengan sukacita. Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.~ 2 Korintus 9:7-8
Membangun kredibilitas. Dan oleh sebab kamu telah tahan uji dalam pelayanan itu, mereka memuliakan Allah karena ketaatan kamu dalam pengakuan akan Injil Kristus dan karena kemurahan hatimu dalam membagikan segala sesuatu dengan mereka dan dengan semua orang, ~ 2 Korintus 9:13

*source: CBN