Minggu, 10 Februari 2019

 

UBAH STATUS

“Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.” (Ibrani 4:16)

Suatu kali dua orang pangeran kecil dari sebuah kerajaan sedang bermain-main pedang-pedangan di taman istana. Mereka terlihat bahagia dan tertawa senang saat bermain, sehingga mereka tidak sadar bahwa pedang-pedangan yang mereka gunakan membuat salah satu patung yang terletak di taman istana tersebut jatuh dan pecah hingga hancur berkeping-keping. Sayangnya, patung itu baru saja dibuat sang Raja dan ia begitu menyukainya. Karena takut sang Raja marah, kedua pangeran tersebut berpikir keras bagaimana caranya agar sang Raja tidak mengetahui peristiwa ini.

Tetapi Raja menyadarinya. Ia kaget bahwa patung baru kesayangannya hilang dari tempatnya. Sehingga ia menyampaikan perintah kepada semua prajurit dan orang-orang dalam istananya untuk mencari patung tersebut. Dengan ketakutan, kedua pangeran itu bungkam dan tidak memberitahukan peristiwa tersebut kepada siapapun. Mereka tidak dapat membayangkan bahwa Raja akan marah kepadanya dan mungkin mereka berdua bisa diusir dari istana.

Setelah beberapa hari semua orang sibuk mencari patung tersebut dan kedua pangeran tersebut tidak enak hati menyimpan kesalahan yang mereka lakukan. Akhirnya, walaupun ketakutan, kedua pangeran tersebut akhirnya mengakui kesalahannya kepada Raja. Ajaibnya, bukannya marah, sang Raja memuji keberanian kedua pangeran kecilnya yang sudah mau mengakui kesalahan mereka. Sang Pangeran kecil berkata, “Ayah, mengapa Ayah tidak marah padaku?” Lalu sang Raja menjawab, “Karena kamu berani mengakui kesalahanmu. Tapi lain kali, tidak perlu menunggu hingga beberapa hari lamanya kan untuk mengakuinya? Kesalahanmu tidak akan mengubah statusmu sebagai anakku.”

Banyak orang Kristen yang menjadi jauh dari Tuhan setelah mereka merasa bersalah karena pernah atau sudah melakukan dosa besar yang memalukan. Namun Sahabat NK, dosa apapun yang kita lakukan tidaklah mengubah status kita sebagai anak Allah. Oleh karena itu, saat kita datang ke hadiratNya dengan penuh keberanian dan memohon pengampunan dari padaNya, kasih karuniaNya selalu tersedia untuk menguduskan kembali hidup kita menjadi baru. [JN]