Minggu, 14 April 2019

 

BAYANG-BAYANG CHRISTINA ONASSIS

“Aku telah disalibkan dengan Krisus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.” (Galatia 2:19b-20a).

Thierry Roussel adalah seorang yang kaya raya, tetapi Christina Onassis lebih kaya raya dan disebut oleh para wartawan sebagai milyarder. Mereka menikah pada 17 Maret 1984, dan dikaruniai seorang putri, Athina Onassis Roussel yang lahir pada 29 Januari 1985. Christina adalah pewaris tunggal kekayaan Onassis, setelah saudaranya Alexander Onassis meninggal akibat kecelakaan udara pada usia dua puluh empat tahun. Ayah Christina, Aristoteles Onassis adalah raja kapal paling terkenal pada abad ke-20. Perkawinannya dengan Thierry Roussel adalah perkawinannya yang keempat, dan Athina adalah satu-satunya anak yang dimiliki dalam hidup Christina dalam perkawinannya dengan Thierry. Tetapi baru enam belas bulan menikah, Thierry Roussel sudah minta cerai. Proses perceraian mereka dimulai delapan bulan setelah Athina lahir. Apakah penyebabnya?

Thierry berkata “Selama menikah dengan Christina, saya merasa cuma menjadi bayang-bayangnya saja,” jelasnya. “Bayangkan saja, hampir semua orang menyebut saya sebagai Tuan Christina Onassis daripada menyebut Christina sebagai Nyonya Thierry. Bukankah ini menyakitkan?” katanya lebih lanjut.

Demikian juga halnya dengan kita, hidup yang kita miliki sekarang adalah milik dari Tuhan. Yesus telah mati di kayu salib menyerahkan dirinya menjadi tebusan bagi kita, supaya kita yang beriman kepada Kristus dilepaskan dari kuasa dosa dan kemudian menjadi milik Tuhan. Inilah alasan mengapa hidup yang kita jalani sekarang adalah hidup bagi Kristus, bukan hidup bagi diri sendiri, namun Kristus yang hidup di dalam diri kita, oleh karena itu sudah selayaknya kita menjadi bayang-bayang Kristus. Sungguh merupakan hal yang menyakitkan bagi Dia kalau kita secara daging justru menganggap Kristus sebagai bayangan kita. Namun sebaliknya, Kristus yang harus hidup di dalam kita, sehingga kita menjadi bayang-bayang Kristus untuk menjadi kesaksian bagi dunia ini.

Hidup bagi Tuhan adalah kunci sebuah kehidupan yang sesuai dengan tujuan penciptaan diri kita; kita diciptakan untuk memuliakan Tuhan. Saat kita hidup bagi Tuhan, maka hidup kita dibuat Tuhan menjadi kembali bermakna, dipenuhi sukacita dan damai sejahtera. [DP]