Minggu, 19 Januari 2020

TESTIMONI
“Pulanglah ke rumahmu dan ceriterakanlah segala sesuatu yang telah diperbuat Allah atasmu.” Orang
itupun pergi mengelilingi seluruh kota dan memberitahukan segala apa yang telah diperbuat Yesus atas
dirinya.” (Lukas 8 : 39)
Hidup kita dari hari ke hari, dari pagi menuju malam, semuanya adalah suatu pengalaman yang kita jalani
sendiri. Kita bisa dengan mudah menceritakan apa saja yang kita alami dan kita lakukan sejak kita bangun tidur
hingga kembali bersiap untuk tidur. Sadar tidak sadar, hidup kita setiap saat hanyalah karena anugerah dan
pemeliharaan Tuhan. Bahkan ketika kita tidur pun, Tuhan yang mengatur peredaran matahari, bulan dan segala
planet di angkasa, adalah Tuhan yang sama yang membangunkan kita di pagi hari. Oleh karena itu, sudah
selayaknya apabila kita bersyukur ”Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!”
(Mazmur 103:2).
Dalam kisah tentang sepuluh orang kusta yang disembuhkan (Lukas 17:11-19), dari sepuluh orang kusta,
yang kembali kepada Tuhan Yesus untuk berterima kasih hanya ada satu orang. Lalu Tuhan Yesus pun bertanya, “Di
manakah yang sembilan orang itu? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah…?” Kita
bisa dengan mudah menghakimi kesembilan orang kusta yang telah disembuhkan itu sebagai orang-orang yang tidak
tahu berterima kasih, padahal kita sendiri pun dalam kehidupan sehari-hari kerap melakukan hal yang sama.
Menganggap biasa segala pemeliharaan Tuhan, menganggap semua pencapaian kita sebagai pencapaian kita
sendiri: berkat, kekayaan, kesehatan, prestasi, segala kelancaran dan kesuksesan.
Setiap orang yang telah mengenal kebaikan Tuhan, selayaknya memiliki cara hidup yang memuliakan Tuhan.
Segala segi kehidupan memperlihatkan suatu kesaksian, menjadi saluran kasih dan berkat Tuhan melalui sikap,
perkataan dan perbuatan, di mana pun kita berada. Bahkan ketika menghadapi masalah atau kesulitan pun, tidak
menyangkal kebaikan dan kesetiaan Tuhan, tidak bersungut-sungut, tetapi tetap menampilkan kehidupan penuh iman
dan pengharapan, sehingga orang lain yang mengalami masalah dapat memperoleh penghiburan dan kekuatan
melalui kita. “Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah
dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.” (2 Timotius 4:2). [RH]