Minggu, 22 Maret 2015

MENYENANGKANNYA

“Aku hendak memuliakan TUHAN selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada” (Mazmur 146:2)

Robby diikutkan les piano pada saat usianya 11 tahun. Dia bukanlah seorang yang berbakat musik. Gurunya berpikir bahwa tidak ada kemampuan. Selama berbulan-bulan ia terus mencoba, namun hasilnya jauh dari yang diharapkan. Oleh sebab itu ketika Robby tidak datang lagi untuk les, gurunya tidak berpikir untuk menghubunginya. Suatu kali sekolah musik tersebut mengundang semua muridnya untuk melakukan pertunjukan dan termasuk Robby diundang untuk melihat pertunjukan tersebut. Hal yang membuat gurunya kaget adalah ketika Robby meminta agar ia pun dapat bermain dalam pertunjukan tersebut. Gurunya berusaha menolak dan mengatakan bahwa yang dapat bermain hanya mereka yang masih kursus, tidak seperti Robby yang sudah keluar. Namun Robby terus bersikeras dengan alasan dia tidak kursus karena ibunya sakit. Setelah melalui pertimbangan yang matang, akhirnya gurunya meloloskan permintaannya tersebut.

Tibalah malam pertunjukan, semua murid bermain dengan baik dan Robby ditaruh di akhir pertunjukan agar jika melakukan kesalahan, maka gurunya menutupinya dengan permainan pianonya. Tibalah giliran Robby naik ke panggung. Bajunya kusut dan rambutnya berantakan, tidak seperti biasanya. Dan yang lebih mengejutkan lagi, dia memainkan Mozart’s Concerto, permainan yang cukup sulit. Namun diluar dugaan, jarinya lincah menari di atas tuts, bahkan menari dengan gesit. Lagu itu dimainkan dengan bagus sekali. Semua penonton bertepuk tangan. Gurunya naik ke panggung dan merangkul Robby. “Aku belum pernah mendengar kau bermain seperti itu Robby! Bagaimana kau dapat melakukannya?” Melalui pengeras suara Robby menjawab,” Ingatkah saat kukatakan ibuku sakit? Ya sebenarnya ia sakit kanker dan ia telah meninggal dunia pagi ini. Dan sebenarnya ibuku tuli sejak lahir, jadi hari ini, saya yakin ia pertama kali mendengar aku bermain piano. Dan aku ingin bermain yang terbaik untuknya!”

Begitupun dengan kita, ketika kita ingin melakukan yang terbaik untuk Tuhan, maka karunia yang Dia beri dalam kita, akan berkembang dengan pesat. Pakailah karunia Anda untuk kemuliaan-Nya. [YP]

Bapa, setiap karunia yang Engkau berikan padaku, aku ingin mengembangkannya, dengan satu keinginan untuk menyenangkan-Mu. Dengan demikian, Engkau yang dimuliakan dalam hidupku. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Amin.