Minggu, 26 Juli 2020

SIKAP Positif di tengah Kesesakan

“Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa.” (2 Tawarikh 20:3)

Dengan tergopoh-gopoh kepala pasukan di pos pengintaian terluar, masuk ke dalam istana. Di hadapan raja Yosafat ia tersungkur. Dengan suara gemetar ia berkata “Tuanku raja, pasukan Amon dan Moab sedang bergerak menyerang kita, mereka sudah tiba di Hazezon-Tamar”. Raja terhenyak dan bertanya “Berapa banyak pasukan yang kau lihat ?”. Sang prajurit menjawab “Sangat banyak tuanku, hamba tidak sanggup menghitungnya, seluruh padang telah tertutup oleh pasukan musuh”. Mengertilah Yosafat betapa banyaknya pasukan yang datang menyerbu.

Dengan suara bergetar dalam takutnya, sang raja berkata “Aku tahu betapa besar marabahaya yang sedang menghampiri kita. Hanya Yehova, Allah Israel yang sanggup menolong kita”. Segera ia memerintahkan agar seluruh bangsa berdoa dan berpuasa meminta pertolongan Tuhan. Maka seluruh rakyat dan sang raja datang tersungkur di dalam bait Allah. Mereka merendahkan diri dan berseru meminta pertolongan dan belas kasih Allah. Lalu tampillah seorang Lewi bernama Yahaziel yang dipenuhi oleh roh Tuhan dan berkata kepada segenap bangsa itu: “Janganlah kamu takut hai Yehuda, karena beginilah firman Tuhan, Allah akan berperang di pihak-mu mengalahkan musuh yang datang menyerbu, kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu untuk maju berperang”. Maka bersoraklah seluruh bangsa mendengar firman itu.

Maka keesokan harinya majulah bangsa Yehuda ke medan perang dengan nyanyian dan pujian syukur dan pengagungan. Dan sesuatu yang ajaib terjadi. Bangsa Moab dan Amon saling bertikai satu dengan yang lain. Sehingga ketika kaum Yehuda sampai di medan perang, musuh telah bergelimpangan mati. Mereka menjarah semua barang yang ditinggalkan musuh. Allah yang mereka sembah telah menolong mereka dari marabahaya.

Sikap Yosafat yang mencari Tuhan di tengah kesesakan, masalah dan bahaya seharusnya menjadi panutan kita yang hidup di jaman ini. Carilah pertolongan Tuhan. Harapkan kuasaNya yang tak terbatas. Selalu ada harapan di dalam Tuhan ketika situasi seolah tak menyisakan harapan. [DMP]