Minggu, 3 November 2019

MISI DIMANA SAJA
"Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan
nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran … Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah
menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah pelayananmu" (II Timotius 4: 2,5)
Saat ada di toko, sering sekali terjadi percakapan antara saya dan pembeli atau calon pembeli. Bukan saja hal-hal yang
sepele, seringkali mereka bercerita hingga kehidupan pribadi mereka. Suatu kali seorang ibu, sambil coba beberapa helai baju, dia
banyak bercerita hingga malam tiba. Besoknya dia datang lagi, bercerita lagi sampai malam dan belanja lagi, besoknya datang
lagi, belanja dan cerita lagi sampai saatnya tutup toko. Ternyata dia sedang menyiapkan pakaian untuk beberapa anggota
keluarganya untuk pesta pernikahan.
Dia mengisahkan beberapa tahun belakangan ini dia menderita penyakit kanker payudara dan dia sedang dalam masa-
masa kemoterapi. Sebelum berpisah saya mendoakan agar dia segera pulih, dan dia berkata, sebenarnya di situ (sebut nama
toko) saya melihat banyak yang saya suka, tapi waktu saya memilih-milih, banyak mencoba-coba, mukanya beda, kayaknya dia
marah, jawabannya ketus, orangnya tidak ramah. Akhirnya saya jadi sungkan, lalu cari-cari toko lain dan ketemu toko ibu.
Meskipun saya banyak coba-coba, koq ibu gak marah ya?
Tindakan berbicara lebih keras daripada kata-kata, raut muka adalah cerminan hati, begitulah pepatah bijak. Sering sekali
kita bingung bagaimana caranya melaksanakan misi Kristus, dari mana memulainya, atau kepada siapa saja, padahal setiap hari
kita bertemu manusia, berkomunikasi dengan banyak orang. Di sanalah kita musti dan selalu melaksanakan misi Tuhan, sekalipun
tidak harus mengutip dan menyampaikan ayat Firman Tuhan. Setiap pengikut Kristus adalah agen atau perpanjangan tanganNya
untuk menjangkau dunia melalui profesi atau setiap keberadaan kita masing-masing. Caranya tiap orang tidak sama, tergantung
situsi dan kecakapan masing-masing.
Teladan hidup, juga merupakan penginjilan yang sangat penting dan efektif dalam misi Tuhan, sebagai buah yang lahir
dari pertobatan, akal budi yang sudah dibaharui, bukan karena jaga image semata. Anda dan saya merupakan surat Kristus, “Injil”
yang terbuka dan bisa dibaca oleh semua orang. Biarlah melalui kehidupan kita, pribadi Kristus dikenal sebagai Tuhan dan
Juruselamat, dan dunia menerimaNya. [MM]