Minggu, 5 April 2015

PIKIRAN SIA-SIA

Sebab itu ku katakan dan ku tegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia. (Efesus 4:17)

Ada sebuah kisah tentang pertemuan seorang guru dengan tiga orang pemuda yang pernah menjadi muridnya. Guru tersebut bertanya tentang pekerjaan yang sedang dilakukan oleh mereka. Ketiga pemuda itu berpikir keras agar dapat membanggakan pekerjaannya sendiri, mereka ingin menceritakan pekerjaan yang paling berat sehingga tidak bisa pulang ke rumah bahkan tidak bisa tidur. Apa sebenarnya pekerjaan kalian?” guru bertanya karena penasaran. Pemuda yang pertama menjawab, ”Pekerjaan saya meluruskan bulu domba pak.” Dilanjutkan pemuda kedua, “Pekerjaan saya menunggu ayam jantan bertelur.” Pemuda yang terakhir tidak mau kalah dan berkata, “Pekerjaan saya lebih berbahaya pak, saya menyambung ekor beruang agar panjang.” Tanpa banyak bicara sang guru akhirnya membubarkan pertemuan tersebut.

Bukan pekerjaan mereka yang berat tapi kebohongan mereka yang besar. Hal-hal yang mereka katakan hanya ingin memuaskan dirinya agar dianggap lebih hebat dari yang lainnya. Mereka berpikir dengan mengatakan hal yang mustahil, mereka akan dianggap lebih hebat daripada yang lain.

Sahabat NK bagaimana dengan Anda? Apakah masih berpikir untuk menjadi orang yang paling hebat? Tidak relakah jika orang lain melakukan pekerjaan yang lebih sukses? Pikiran tersebut adalah sia-sia, dan hanya untuk memperlihatkan keinginan yang terfokus pada diri sendiri.

Orang yang percaya kepada Tuhan adalah orang yang tidak sibuk berpikir bagaimana caranya agar dihormati dan dihargai oleh orang lain. Orang yang percaya Tuhan adalah orang yang mau memikirkan orang lain. Mari, buktikan pengenalan kita akan Dia dengan cara tidak hanya memikirkan diri sendiri tetapi setiap orang yang berada di sekeliling kita. [RS]

Terima kasih Tuhan karena sudah memberkati hidup saya. Saat ini saya ingin belajar tidak mencari kebanggaan bagi diri sendiri tetapi mau memikirkan orang lain dan mau menerima kelebihan orang lain. Saya mau hanya Tuhan Yesus yang dibanggakan. Amin.