Minggu,10 Juni 2018

SANG JENDRAL

“Demikianlah pada waktu Allah memusnahkan kota-kota di Lembah Yordan dan menunggangbalikkan kota-kota kediaman Lot, maka Allah ingat kepada Abraham, lalu dikeluarkan-Nyalah Lot dari tengah-tengah tempat yang ditunggangbalikkan itu.”
(Kejadian 19:29)

Ada seorang prajurit terluka dan terdampar di sebuah desa yang tidak dikenalnya. Penduduk desa tersebut sangat tertutup bagi orang asing. Prajurit tersebut ditolak dan dipaksa untuk meninggalkan desa yang dapat berakibat pada kematiannya jika tidak segera ditolong.

Namun ada seorang muda yang berani menentang keputusan penduduk setempat dan menyembunyikan prajurit tersebut serta merawatnya sampai sembuh. Dengan telaten, pemuda itu merawat Sang Jendral hingga mengalami kesembuhan. Setelah sembuh prajurit itu akhirnya dapat meninggalkan desa dan kembali ke tempat asalnya. Tahun demi tahun berlalu, sang prajurit telah menjadi jenderal dalam pasukannya dan untuk memperluas daerah kekuasaannya ia harus menaklukan beberapa desa.

Desa demi desa ditaklukan dengan menyerang, membakar bahkan membunuh penduduk setempat yang menolak kekuasaannya. Hingga tiba pada sebuah desa dimana ia pernah terdampar ketika terluka. Sang jendral hanya memandangnya dan melalui desa itu tanpa melakukan apa pun karena ia teringat kepada orang yang sudah memberi tempat kepadanya untuk memulihkan diri dari luka. Sang jendral tidak melupakan orang yang pernah menolongnya sehingga desa itu tidak ditaklukkan.

Dalam mengikuti-Nya, setiap orang percaya akan mengalami pergumulan, seperti resiko yang diambil orang muda dalam menyelamatkan prajurit yang tidak diketahuinya akan menjadi jenderal. Namun, keputusan yang tepat telah diambil orang muda itu yang ternyata menyelamatkan keluarga dan desanya.

Sahabat NK, apa pergumulan Anda dalam mengikut Yesus? Tantangan apa yang ada ketika membawa keluarga untuk percaya kepada-Nya? Jangan ragu, keputusan yang tepat dalam melindungi seluruh keluarga adalah dengan membawanya untuk datang mengasihi dan menyembah Yesus. [RIV]