Negosiasi Terhadap Dosa, Membawamu Kepada Kesia-siaan

170831145652

Aku akui bahwa nggak seorangpun diantara kita yang sangat sempurna dan nggak pernah melakukan dosa. Justru kita terpanggil dari masa lalu yang kelam (penuh dosa) dan disempurnakan oleh kasih Allah.

Beberapa waktu lalu, seseorang menghubungiku lewat akun whatsApp yang aku sengaja tulis di akun rohaniku sebagai contact konselor, dia lalu bertanya begini “Bagaimana jika aku sudah bertobat,tetapi tetap terus melakukan dosa, apakah aku layak dihadapanNya dan beroleh mahkota kehidupan?”

Nah orang tersebut sudah sangat lama bertobat, bahkan 15 tahun dilalui sebagai pelayan Tuhan dan pendoa keliling disebuah kota besar hingga mengarungi pulau-pulau untuk berdoa bagi bangsa-bangsa hingga saat ini.

Hal ini mengingatkan aku beberapa hari lalu, saat seorang mantan kekasihku dari Australia mengajak bertemu dan berkata “Aku di Jakarta sekarang, aku ingin ketemu kamu dan ngomong sesuatu.” Kenyataannya aku sudah memiliki tunangan, jika hal ini aku izinkan terjadi “tidakkah aku menyakiti hati tunanganku dan memberikan celah kepada mantan kekasihku yang jelas masih menyukaiku?”. Fatalnya ini bisa berakhir dengan dosa perselingkuhan. Sekali lagi, jika hal ini terjadi apakah itu dibenarkan oleh Tuhan dan aku berhak mendapatkan mahkota kemenangan?

Jadi, akhirnya topik pertanyaan tadi aku bawa kedalam sebuah meeting dengan rekan-rekan Kristen yang lain.

“Tentu dia akan diampuni dan selamat, bahkan sampai kapanpun dia akan terus diampuni dan masuk sorga karena dia sudah mendapatkan kasih karunia dimana Yesus mati sekali bagi dosanya. Jadi nggak apa-apa,” pendapat mereka. Ada pula yang berpendapat bahwa “Itu nggak masalah, karena selama kita hidup , kita nggak bisa jauh dari dosa”. Sangat menarik!

Setuju sekali bahwa Yesus sudah mati bagi kita di kayu salib dan dosa kita telah diampuni. Aku juga setuju jika kita nggak bisa jauh dari dosa, karena iblis selalu berjaga-jaga dan sewaktu-waktu bisa saja menerkam kita hingga jatuh kedalam dosa lagi. Tetapi apakah setuju jika kita melakukan dosa dengan sadar (tahu salah namun dilakukan)? Setuju kah jika kita melakukan dosa dan berdoa minta ampun ,lalu besoknya begitu juga, lagi dan lagi? Itu sih namanya negosiasi terhadap kebenaran.

Apa respon Allah terhadap ini?

Saat kita sudah bertobat dan memilih jalan Kristus, apakah kita bisa bertekun dalam dosa?

Roma 6:1-8 berkata “Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya? Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya. Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa. Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa. Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia.”

Jadi jelas sekali bahwa kita nggak boleh negosiasi terhadap dosa. Bayangkan saja jika kamu melulu berada di level pertama saat bermain sebuah game, tentu kamu nggak akan mendapatkan kemenangan karena jika kamu ingin mendapatkannya, kamu harus bergerak melalui level demi level.

Demikian dengan dosa dan pertumbuhan kita didalam Tuhan. Jika ingin mendapatkan kemenangan, tentu kita harus kuat melawan kedagingan kita dan ikut tuntunan Roh Kudus dalam diri kita supaya nggak jatuh dalam dosa lagi.

Allah nggak menyukai negosiasi. Firman Allah di kitab wahyu 3:15-16 berkata “Aku tahu segala pekerjaanmu:engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.”

Firman ini menegaskan bahwa “Nggak ada negosiasi terhadap dosa, tetapi hendaklah kita bertahan kuat dan terus belajar melewati tingkat demi tingkat sampai pada kemenangan.”

Yakobus 1:12: “Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.”

Sumber : jawaban.com