Novel Diteror, Presiden Jokowi: Penyidik KPK Tetap Semangat!

8898497e-bf02-48c0-8cf5-17f42616627d_43

Penyidik KPK Novel Baswedan mengalami teror dengan disiram air keras. Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpesan agar penyidik KPK lainnya tetap bersemangat.

“Semua penyidik harus waspada. Tetap semangat bekerja,” tutur Jokowi di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (11/4/2017).

Jokowi enggan berspekulasi bila teror ini adalah upaya pelemahan KPK. Dia menganggap kasus ini sebagai peristiwa kriminal.

Untuk itu, Jokowi langsung memerintahkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mencari pelakunya. Dia tak ingin kejadian serupa terulang.

“Jangan sampai orang-orang yang punya prinsip teguh seperti itu dilukai dengan cara-cara yang tidak beradab. Saya kira hal itu nggak boleh terulang,” ungkap Jokowi.

Peristiwa penyiraman air keras itu terjadi ketika Novel selesai melaksanakan salat subuh di masjid dekat rumahnya. Tiba-tiba, 2 orang mengendarai sebuah sepeda motor menyiram Novel dengan air keras. Novel pun dilarikan ke rumah sakit.

Ketua KPK Agus Rahardjo menyebut teror yang dialami anak buahnya itu kemungkinan besar terkait penanganan kasus korupsi e-KTP. Novel memang ditugaskan sebagai salah satu kepala satuan tugas (kasatgas) untuk kasus tersebut.

“Yang paling besar itu (e-KTP),” kata Agus usai menjenguk Novel.

Pihak kepolisian juga langsung bertindak cepat menangani teror itu. Kapolres Jakarta Utara Kombes Dwiyono menyebut sejauh ini sudah ada 4 orang saksi yang telah diperiksa. Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti termasuk gelas melamin yang digunakan pelaku untuk menyiramkan air keras ke Novel.
(bag/dhn)

Sumber : Detik