Nuh Akhir Zaman

INS-NUH-ZAMAN-AGT-2017

“Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia” (Lukas 17:26). Nuh hidup di zaman yang keadannya mirip dengan masa sekarang, masa di mana kejahatan merajalela. Nama Nuh memiliki ar ti ‘rest, comfor t’ (Kej. 5:28-29), dan dia memiliki tugas sebagai ‘pembawa damai/ pembuat damai’.

Kejadian 6 menulis, Allah memberikan kehendak bebas kepada manusia, namun yang justru terjadi adalah ‘lawlesness’/ ketiadaan hukum. Hal tersebut memilukan hati Tuhan dan Dia menyesal telah menciptakan manusia (ay.1-7). Namun di ayat berikutnya dikatakan bahwa Nuh mendapat kasih karunia di mata Tuhan.

Nuh hidup benar dan tidak bercela (Tamiym: tidak bercela, perfect, whole), meski keadaan dunia saat itu telah rusak dan penuh dengan kekerasan (Kejadian 6:11). Hal-hal yang harus kita contoh dari Nuh agar kita dapat memiliki hidup yang berkemenangan di tengah-tengah jaman yang semakin rusak ini, antara lain: 1. Nuh berjalan dalam kebenaran Tuhan (Kej. 6:8-9). Nuh dibenarkan (Tsaddiq: benar, righteous) karena dia mendapat kasih karunia dari Allah. Roma 5:17 mengatakan bahwa kebenaran adalah pemberian Tuhan. Sayangnya, saat ini kebenaran tidak dihargai lagi. Tetapi kita perlu sadar bahwa saat kita berjalan dengan Tuhan, akan lahir kebenaran-kebenaran yang berdasarkan Firman Tuhan.

2. Nuh bekerja dengan Tuhan – menghasilkan karya kebenaran (Ibr.11:7, Kej. 7:5, 9, 16). Nuh memulai suatu pekerjaan besar dengan melakukan langkah per tama bersama Tuhan.

Pekerjaan membangun bahtera yang memakan waktu seratus tahun, diawali dengan menebang sebuah pohon, dengan ketaatan kepada perintah Tuhan, meski Nuh tidak melihat hujan,maupun tanda-tanda air bah, bahkan tidak pernah tahu tentang bahtera sebelumnya.

Hal ini yang membuat Nuh menerima kebenaran sesuai dengan imannya. Orang benar akan menghasilkan karya kebenaran, inilah yang ditinggalkan orang benar kepada keturunannya.

3. Nuh menyaksikan Tuhan – memberitakan kebenaran Tuhan (2 Pet. 2:5). 2 Petrus 2:5, “dan jikalau Allah tidak menyayangkan dunia purba, tetapi hanya menyelamatkan Nuh, pemberita kebenaran itu, dengan tujuh orang lain, ketika Ia mendatangkan air bah atas dunia orang-orang yang fasik”.

Nuh memberitakan kebenaran Tuhan kepada orang-orang di sekelilingnya selama seratus tahun, tanpa ada orang yang mau mendengarkan selain keluarganya sendiri, dan akhirnya hanya keluarga Nuh yang diselamatkan dari air bah.

Kita harus menjadi contoh yang benar bagi orang-orang di sekeliling kita, terlebih bagi keluarga kita. Jangan hanya pandai berbicara di depan mimbar, kita juga harus melakukan apa yang kita bicarakan. Jadilah pembawa kebenaran seperti Nuh.

4. Nuh Menyembah Tuhan (Kej. 8:20). Tuhan tidak pernah lupa ataupun mengingkari janji-Nya kepada kita, sebab Dia mengingat kita (Kej. 8:1). Saat berada dalam bahtera, Nuh tetap menyembah Tuhan (ay. 20, 21).

Persembahan Nuh menyenangkan hati Tuhan sampai Tuhan berjanji untuk tidak lagi menghukum manusia dengan air bah. Melalui Nuh, seluruh dunia turut memperoleh janji Tuhan.

Kita perlu meneladani kehidupan Nuh untuk dapat ber tahan di akhir jaman yang semakin jahat ini. Mulailah dengan hidup yang melekat kepada Bapa, berjalan bersama dengan Dia, bekerja dengan Tuhan, menjadi saksi-Nya, dan menyembah Tuhan, sampai sekeliling kita mengetahui bahwa kehidupan kita dipimpin oleh Tuhan Pencipta langit dan bumi.

Dia sendiri yang akan membuat perbedaan antara orang percaya dan yang tidak. Haleluya!.

[Sumber : R.A.B-Pdt. Dr. Timotius Arifin Tedjasukmana/Foto : Istimewa].