PENGAMPUNAN

9831670

“Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu” (Efesus 4:32).

Perasaaan paling susah dilupakan adalah ketika mendapat perlakuan kurang adil dari orang lain. Lebih-lebih peristiwa ini terjadi secara berulang kali. Seorang jemaat harus menerima kenyataaan menyakitkan, diberhentikan dari tempat kerjanya secara tiba-tiba. Dalam waktu singkat harus kehilangan segalanya. PPkerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidupnya harus hilang dan tidak bisa nwnikmati segala fasilitas yang disediakan.
Sebagai ungkapan kekesalan dan kekecewaan, jemaat ini menghubungi ke beberapa orang terdekat melalui SMS. Tidak lwrapa lama kemudian, jemaat ini mengalami sakit keras hingga meninggal dunia. Dari kumpulan SMS di beberapa teman dekatnya, terangkum rasa kekecewaan, kekesalan aids perlakuan seorang pimpinan di tempatnya bekerja. Seandainya jemaat ini memiliki cara pandang bijak dalam hal mengampuni, kemungkinan besar tidak membuat dirinya stress, sakit keras, hingga meninggal dunia.
Menjalani kehidupan Kristen bukan sekadar mentaati sejumlah larangan; kehidupan Kristen juga berarti mengembangkan sejumlah kebajikan yang positif. Ilyndaklah kamu ramah, maksudnya “teruslah membuktikan keramahanmu.” Kasih mesra dalam bahasa Yunani klasik kata ini mengacu pada organ-organ tubuh dari rongga dada manusia, khususnya jantung, paru-paru dan hati; yang berbeda dengan organ-organ tubuh lainnya. Cara membuat kita dapat mengampuni ialah melalui pvngampunan yang kita sendiri sudah terima dan Kristus. Sebagaimana kasih Allah invnghasilkan kasih kita, demikian pula kesadaran kita tentang pengampunan Allah inrnghasilkan pengampunan kepada orang lain. (WB)

Sumber : Renungan Dua Bulanan ‘KABAR BAIK’ oleh Pdp. Tony Tedjo