PENGINJILAN TUGAS SIAPAKAH??

GO

Sabda Agung Yesus yang tertulis pada Mat.28:19-20 berikut;  Karena itu pergilah,jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”  Kis.1:8, Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Menjadikan semua bangsa murid Yesus dan menjadi “saksi Yesus” disemua tempat, apakah itu bukan inti “Penginjilan“?? Kalau tujuan”Penginjilan” itu adalah: “menjadikan semua bangsa murid Yesus” dan “jadi saksi Yesus”, maka “Penginjilan” itu sendiri, “sebenarnya” bukan lagi terfokus hanya pada yang  bersifat eksternal (di luar tembok kelembagaan) akan  tetapi juga harus terfokus pada yang sifatnya “internal”, dalam arti “mematangkan calon -calon Penginjil” yang sesuai dengan kriteria/ketentuan Yesus Kristus yaitu: “sudah menjadi muridNya” dan “sudah menerima RohKudusNya“.

Dengan demikian, makin “jelas” bahwa “penginjilan” adalah “Tugas” dan “tanggung jawab setiap orang “YANG SUDAH MENJADI MURID YESUS DAN SUDAH MENERIMA ROHKUDUS” didalam hidupnya. Dan itu adalah “PERINTAH” Yesus sendiri,tidak mesti melihat apakah dia itu seorang “pejabat-Gerejawi atau jabatan suatu kelembagaan/denominasi tertentu”. Pemaknaan yang lebih tegas tentang arti Penginjilan dapat dipahami dengan: “buah” dan “berbuah” atau “tuaian” dan “menuai”. Buah anggur atau bulir gandum lebih banyak bermanfaat bagi individu diluar pohonnya sendiri. Luk.10:2-3,  Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Yoh.15:2,5-6, Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Dari nats tersebut, nyata bahwa: “Penginjilan” adalah “Proses mempersiapkan, menyediakan BUAH-BUAH bagi KerajaanNya”, tidak hanya dalam hal menuai saja, tetapi juga membentuk diri sendiri supaya menjadi “RANTING YANG BERBUAH” dan “BERBUAH-BANYAK”, karena: “SETIAP RANTING YANG TIDAK BERBUAH” (meskipun sudah ada dalam Yesus), akan “dipotongNya”.

Sering, penginjilan itu dipahami secara “pemahaman-sempit” dalam arti: “Penginjilan hanya eksternal saja atau hanya bagi mereka yang non Kristiani”. Padahal “INTI-PENGINJILAN” adalah: “MENYAMPAIKAN BERITA KESELAMATAN ITU DAN MEMPERSAKSIKAN KARYA JURUSELAMAT/YESUS DIDALAM HIDUPNYA” kepada orang lain (Siapa saja, dimana saja dan kapan saja), supaya mereka juga: “MENDAPAT KESELAMATAN ITU DARI YESUS”.

Dengan demikian “setiap Penginjil”, adalah orang yang “telah” mengimplementasikan “KASIH” didalam hidupnya, seperti  Kasih yang disabdakan Yesus dalam Mat.22:37,39a berikut:Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhanmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Implementasi mengasihi Yesus salah satu adalah dengan menjadi “pelaku SabdaNya dan PerintahNya”. Ketika sudah melakukan penginjilan, serta merta telah melakukan perintahNya: “Pergilah!!” (keluar dari keterpenjaraan Imanmu!!), menjadi “saksiKulah!!, dan jadikan “semua bangsa” (siapa saja) muridKu. Satu hal yang sangat menarik dan yang perlu dipahami: Menginjili dan Menjadi saksi Yesus, bukan hanya implementasi “kasih” kepada sesama hanya pada masa ini saja, tetapi adalah MENGASIHI SESAMA SEPANJANG ABAD, YAITU SAMPAI PADA KEDATANGAN YESUS YANG KEDUA KALI”.

Mat.24:14, Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”. Berdasarkan ayat tersebut: “Hari kesudahan” terkait erat dengan “penginjilan”.  Secara logis, semakin lama tibanya hari kesudahan akan semakin banyak umat manusia yang akan korban tipu daya iblis. Semakin aktif penginjilan, yaitu menyampaikan Berita Keselamatan menjadi “kesaksian” bagi semua bangsa, diharapkan “hari kesudahan” semakin cepat tiba, dan ini salah satu upaya untuk “memutus tipu-daya iblisi”, supaya tidak ada lagi manusia yang menjadi korbannya.

Bukankah ini implementasi mengasihi sesama sepanjang masa??.

Menjadi relevan untuk dipahami: bagaimana menginjili, menjadi “SaksiYesus” dan mengimplementasikan Kasih terhadap sesama. Sering dikonotasikan secara sempit, bahwa mengInjili sifatnya eksternal saja, mengasihi sifatnya “harus memberi dalam arti, “bersedekah”, dan menjadi “saksi” “harus” mengalami hal-hal yang sifatnya spektakuler, dll. Sering terlupakan kesaksian yang sepanjang masa yang dilakukan oleh janda-miskin sebagai berikut: Luk.21:2-4; Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu.Lalu Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu.Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya.” Artinya: janda itu memberi “totalitas” kehidupannya kepada Yesus. Ketika murid Yesus tidak mampu mengusir setan dari seorang anak yang berpenyakit ayan, Yesus berkata: Luk.17:21, Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa. Artinya: mengasihi seseorang tidak hanya bersedekah saja tetapi bisa dilakukan dengan “BERDOA SYAFAAT DAN BERPUASA”.
Dengan demikian: secara sederhana “Melayani Tuhan” dapat di aplikasikan dengan: “PRINSIP 3D”, yaitu “Doa” dan/atau “Diri” dan/atau “Dana”, yang akan lebih sempurna bila dilakukan dengan serentak akan tetapi tidak mengurangi maknanya meskipun dilakukan secara tersendiri. Dimaksudkan dengan “Doa” adalah kesediaan untuk “berdoa-syafaat” untuk sesama, “Diri” adalah “kesediaan serta kerelaan” menyampaikan “berita Keselamatan” kepada semua orang, dan “Dana” adalah kesediaan “melimpahkan”bagi sesama, harta benda yang dikaruniakan olehNya.

Maka dengan demikian “tidak” ada alasan bagi seseorang untuk tidak melayani Tuhan. Lakukan “bagianmu” yaitu dengan “berdoa syafaat” dan/atau “pergi memberitakan Injil” dan/atau “bersedekah”, maka Yesus akan menyempurnakan pelayananmu itu.
Amin