Rabu, 1 April 2015

MENANG ATAS EGO

“Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? Dan apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima?“ (1 Korintus 4:7)

Charlton Heston (1923–2008) adalah aktor yang terkenal sebagai pemeran tokoh Musa dalam film legendaris “The Ten Commandments” (1956) dan meraih Academy Award atas perannya dalam film “Ben-Hur”. Sebelumnya, dia tergabung dalam pasukan udara Amerika Serikat dan ikut berperang dalam Perang Dunia II sebagai radio operator, lalu sebagai operator senapan mesin pesawat udara. Dia aktif dalam bidang politik dan ikut dalam 1963 The Great March on Washington di mana Martin Luther King, Jr berdiri di depan Lincoln Memorial membawakan pidato bersejarahnya “I Have a Dream”. Heston disebutkan sebagai salah satu aktivis politik Hollywood yang paling berpengaruh. Dia terlibat dalam kampanye-kampanye pemilihan presiden AS mulai tahun 1955. Ketika dia meninggal, presiden AS George W. Bush turut membuat pernyataan penghormatan terakhir dan mantan ibu negara Nancy Reagan menghadiri upacara pemakamannya.

Pada Januari 2003, aktor George Clooney mengeluarkan komentar kontroversial yang menyindir Heston berkenaan dengan penyakit Alzheimer yang dideritanya. Banyak orang mengkritik Clooney atas ketidakpekaannya. Namun apa tanggapan Charlton Heston sendiri ketika itu? “Saya tidak mengenal orang ini – Clooney, tidak pernah bertemu atau berbicara dengannya. Saya berhasil selamat melewati PD II, jadi saya rasa saya dapat bertahan menghadapi kata-kata buruknya.“ Terlepas dari pikiran dan perasaannya yang sebenarnya, Heston secara publik tidak menunjukkan kemarahan atas peristiwa itu (George Clooney pada akhirnya mengirim surat permintaan maaf secara pribadi).

Untuk bisa bersikap tenang seperti Charlton Heston pada saat mendapat ‘serangan’, dibutuhkan kerendahan hati dan kemauan untuk menanggalkan keakuan/keegoisan. Tuhan kita sendiri telah memberi teladan terbesar tentang penyangkalan diri dan kerendah-hatian. Lalu siapa kita? Mengapa kita mudah tersinggung, sombong, mudah menghakimi, merasa harus selalu membela diri/nama baik kita, pelit, merasa paling benar, tidak mau menolong? [RH]

Ya Tuhan, ampunilah aku atas keegoisanku dalam banyak hal yang mungkin sering tidak aku sadari. Roh Kudus, penuhilah ruang hatiku selalu, supaya aku makin kecil dan Engkau makin besar. Amin.