Rabu, 13 Februari 2019

 

Sumber ketenangan

“Ia membaringkan aku  di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang.” (Mazmur 23:2)

Tahun lalu kami bersama keluarga berlibur ke Bali. Pada saat sampai di Bali, kami dijemput dan dibawa ke hotel. Setibanya di hotel, kami menikmati welcome drink, sambil melihat-lihat lokasi sekitar hotel di Nusa Dua. Setelah masuk kamar kami menikmati suasana kamar yang luas, berpendingin ruangan mencukupi, serta pemandangan kolam renang yang menyejukkan. Lega rasanya bisa menikmati suasana kamar bersama keluarga.

Pada saat itu kami ingin memiliki tempat tinggal yang nyaman seperti kamar hotel ini, interior yang bagus, view yang menarik dan saat kami berjalan pun banyak halaman luas yang di isi rumput hijau, dan suasana alam yang sejuk.

Setibanya di Bandung kami diajak seorang rekan untuk melihat sebuah kota satelit mandiri. Pada saat kami sampai di lokasi, kami melihat situasi perumahan yang dekat dengan danau, jalannya luas dilengkapi dengan joging track, fasilitas kolam renang bersama, dan halaman tanpa pagar. Kami lihat ini semua adalah tempat tinggal idelal yang kami rindukan; yaitu tempat tinggal yang benar-benar memadai supaya anak kami juga bisa tinggal dengan tenang dan bersahabat dengan alam.

Saya percaya setiap orang mendambakan kesegaran alami yang berasal dari pemandangan yang hijau. Tempat tinggal seperti inilah yang kami rindukan, supaya kami bisa menikmati hari hari tersebut dengan penuh ketenangan, kebahagiaan dan kehangatan dalam keluarga. Di sana jiwa kita disegarkan.

Kita merindukan hidup yang tenang, penuh sukacita, dan kehangatan kasih. Semua itu hanya ada dalam Tuhan, dimana kita bisa merasakan kelepasan, kelegaan, kemenangan. Hidup yang kita persembahkan bagi Tuhan itulah yang membuat kita tidak tertarik dengan hal-hal dunia, sehingga kita hanya mau menikmati sehari lepas sehari bersama Tuhan. Itula sumber sukacita kita yang abadi. [FS]