Rabu, 16 September 2020

Motivator Perdamaian

“Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas, artinya anak penghiburan, seorang Lewi dari Siprus.”  (Kisah Rasul 4:36)

Terjadi kehebohan di kalangan jemaat Yerusalem karena ada seorang yang mengaku baru bertobat mau bergabung dengan mereka. Dan bukan main-main latar belakang orang yang baru bertobat ini, dia adalah seorang pembunuh dan penganiaya jemaat, yang menentang pemberitaan Injil Kristus dan secara terang-terangan membuat suatu kegerakan pemberangusan dan penghancuran iman Kristen dengan cara memenjarakan dan membunuh para pengikut Kristus.

Para jemaat masih ingat bahwa seorang murid bernama Stefanus mati dilempari batu dengan disaksikan dan disetujui oleh orang ini. Betapa luar biasanya kejahatan yang telah ia lakukan sehingga jemaat yang berkumpul tidak mau menerima dia.  Tapi kemudian, Yusuf yang disebut Barnabas memberikan kata-kata yang meneduhkan hati jemaat dan meyakinkan mereka bahwa orang yang bertobat itu, yaitu Paulus, sungguh-sungguh telah mengalami perubahan oleh karena kuasa Tuhan.  Barnabas menenangkan para rasul dan jemaat dan menguatkan mereka untuk dapat menerima kehadiran Paulus.

Dalam Kisah Para Rasul 9:26-27, terdapat kisah mengenai Barnabas yang mengambil peranan untuk menerima Paulus dan membawa mereka kepada para rasul dan jemaat di Yerusalem.  Tanpa peranan Barnabas, Paulus tidak akan diterima.

Sahabat NK yang terkasih, Barnabas artinya anak penghiburan, yang dalam bahasa Yunaninya disebut parakleseos atau parakletos, yang artinya penolong atau pendamai.   Paulus kemudian lebih terkenal daripada Barnabas, tapi peranan Barnabas yang nampak kecil merupakan salah satu faktor penting dalam kehidupan pelayanan Paulus.

Mari menjadi penolong dan pendamai, jadilah motivator perdamaian yang membawa perubahan ke arah yang lebih baik dan kemajuan bagi banyak orang. Tidak perlu jadi terkenal untuk menjadi seorang pendamai, peranan kita sekecil apapun dapat membawa dampak yang baik. [BT]