Rabu, 17 April 2019

 

The Renewing Of Your Mind

“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna” (Roma 12:2)

Seorang gadis kecil berumur 6 tahun diculik dari keluarganya oleh seorang Rusia, yang adalah pelatih para pembunuh bayaran. Anak gadis ini dilatih setiap hari dengan berbagai keterampilan seperti menembak, berkelahi, kecepatan memainkan pisau dan lain-lain. Pikiran gadis ini di-brainwash hanya untuk memikirkan hal yang jahat. Setelah dewasa gadis ini dikirim untuk menjadi mata-mata ke wilayah Amerika dan diminta untuk membunuh Presiden Amerika. Dalam penyamarannya, gadis ini bertemu dengan seorang pria Amerika yang baik. Singkat cerita gadis ini jatuh cinta dengan pria tersebut dan akhirnya menikah.

Setelah pernikahannya, wanita ini mendapat banyak hal yang baru. Dulu yang ada di pikirannya adalah bagaimana untuk membunuh dan menyakiti orang lain, tetapi suaminya menunjukkan bagaimana dia harus bisa mengasihi orang lain, bagaimana dia bisa menolong orang lain dan menghargai nyawa orang lain. Kondisi ini menyebabkan dia memiliki cara pandang yang baru, sehingga melemahkan sifat pembunuhnya. Akhirnya hal ini diketahui oleh si pelatih Rusianya, dan mereka menculik si suami wanita ini, karena dianggap telah melemahkan anak buahnya.

Dan ketika wanita ini tahu bahwa suaminya diculik dan hendak dibunuh, maka berbaliklah dia untuk merencanakan pembebasan terhadap suaminya. Meskipun terlambat untuk membebaskan suaminya, namun wanita ini menjadi orang yang berubah, memiliki pikiran yang baru, dan tidak terikat lagi dengan cara berpikir lamanya.

Sahabat NK, agar cara pikir kita menjadi baik dan mengerti kehendak Tuhan, sesuai dengan Roma 12:2, maka pikiran kita harus diperbaharui; tidak terus ikut dengan pikiran dunia ini. Pikirannya harus sesuai dengan pikiran dari Kristus, yakni yang terdapat dalam Alkitab sebagai firman Allah. Pikirannya harus terus diisi dengan hal-hal yang baik dan benar. Cara praktis agar pikiran kita menemukan kehendak Tuhan antara lain: membaca, merenungkan dan melakukan firman-Nya setiap hari, memiliki komunitas yang berpikir dan berasaan seperti Kristus, seperti kelompok sel atau kelompok tumbuh bersama, dan hidup intim dengan Tuhan setiap hari melalui doa. [YP]