Rabu, 22 April 2015

ABRAHAM LINCOLN

“Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.”. (Kejadian 50 : 20)

Kekecewaaan paling sering dialami manusia. Menurut kamus Webster, kekecewaan adalah perasaan pedih karena menginginkan/mengharapkan sesuatu namun tidak mendapatkannya/terkabul. Jadi, karena keinginan manusia lebih sering tidak terkabul, maka kekecewaan lebih akrab dengan manusia. Namun, yang terpenting adalah bagaimana bangkit menang atas kekecewaan yang terjadi.

Tengoklah Abraham Lincoln yang hampir seluruh riwayat hidupnya diisi oleh rangkaian kegagalan dan kekecewaan :

•Tahun 1831 kebangkrutan dalam usahanya, disusul tahun 1832 kalah dalam pemilihan lokal dan kembali menderita kebangkrutan tahun 1833.
•Tahun 1835 istrinya meninggal dunia dan tahun 1836 menderita tekanan mental sehingga hampir saja masuk rumah sakit, serta kalah dalam kontes pidato tahun 1837.
•Tahun 1840 gagal dalam pemilihan anggota senat Amerika Serikat (AS)
•Tahun 1842 menderita kekalahan untuk duduk di dalam kongres AS, lalu tahun 1848 kalah lagi di kongres AS. Tahun 1855 gagal lagi di senat AS
•Tahun 1856 kalah dalam pemilihan untuk menduduki kursi wakil presiden AS.
•Tahun 1858 kalah lagi di senat
•Tahun 1860 terpilih menjadi presiden Amerika Serikat

Kegagalannya lebih banyak daripada keberhasilannya. Tapi ia selalu bangkit dan ujung-ujungnya dia berhasil menjadi presiden Amerika terbesar. Kekecewaan Lincoln tidak menghalanginya menjadi orang besar.

Alkitab mengajar bahwa sekalipun hal ‘buruk’ terjadi, namun: ”…Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan…”(Rom 8:28). Sebagaimana yang ditunjukkan dari teladan Yusuf. Ketimbang membalas dendam atas perlakuan saudara-saudaranya, Yusuf malah bersikap positif :”…kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan,…” [SM]

“Tuhan, Ajar kami mengatasi kekecewaan kami. Bimbing kami untuk bangkit dari kegagalan dan melihat rencana-Mu yang baik bagi kami.”