Rabu, 24 April 2019

 

SELALU ADA JALAN KELUAR DARI SETIAP MASALAH

“ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat memahami semua pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir” (Pengkhotbah 3:11).

Mudah rasanya untuk mengikut Tuhan, bila keadaan kita baik, tanpa masalah, tanpa kesulitan. Namun apabila datang kesusahan dapatkah kita tetap percaya dan setia? Dapatkah kita tetap mempercayai janji-janji Tuhan? Dalam doanya di taman Getsemani, Tuhan Yesus tidak meminta supaya umat-Nya diambil dari dunia ini, melainkan supaya Bapa melindungi kita dari si jahat (Yohanes 17:15). Artinya orang percaya tidak diluputkan sama sekali dari kesusahan besar. Namun saat menghadapi kesusahan itu kita tidak sendirian, melainkan ada Roh Kudus yang menolong dan Bapa akan memberikan jalan keluar sehingga kita dapat melewati permasalahan tersebut (1 Korintus 10:13).

Banyak orang percaya menjadi lemah imannya dalam masa-masa kesusahan, karena mereka sibuk memikirkan mengapa sampai terjadi masalah tersebut, atau mengapa sampai mereka mengalami kesusahan itu. Apakah karena perbuatan dosa? Dan kalau ya, itu dosa siapa? Padahal belum tentu mengalami suatu masalah disebabkan oleh dosa. Ingatlah bahwa yang memimpin Yesus ke padang gurun adalah Roh Kudus, dan sebaliknya ke atas gunung tinggi dan ke Bait Allah di Yerusalem, Ia di bawa oleh iblis (Matius 4:1-10). Ketika Ayub mengalami kesusahan, ia dan rekan-rekannya berdosa karena mereka berusaha membahas apa yang menjadi penyebab kesusahan itu, sampai Elihu berbicara dan mengucapkan: “Seketika terang tidak terlihat, karena digelapkan mendung, lalu angin berhembus maka bersihlah cuaca- Yang Maha Kuasa yang tidak terpahami oleh kita” (Ayub 37:21-24). Bahwa Tuhan ajaib, sanggup melakukan segala sesuatu dan tidak ada rencana-Nya yang gagal, dengan demikian Ayub mengakui kebesaran dan keadilan Tuhan.

Dalam masa-masa kesusahan mari kita memfokuskan perhatian kepada kebenaran firman, dan lebih bersungguh-sungguh mencari Tuhan. Anggap saja kesulitan atau kesusahan itu sebagai cambuk dari Tuhan agar kita lebih bersungguh hati mencari wajah Tuhan. Jangan takut saat menghadapi kesusahan, pandanglah bahwa masa kesusahan adalah saat yang baik untuk membuktikan kemurnian iman kita kepada Kristus yang adalah Tuhan dan Raja kita. [RB]