Rabu, 25 Maret 2015

ANAK PANTI ASUHAN

“Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu” (1 Timotius 4:14)

Saya baru saja selesai membaca sebuah cerita nyata mengenai Harun, seorang anak yatim piatu yang orangtuanya meninggal karena kejadian kebakaran rumah.

Anak ini berhasil diselamatkan dari bahaya kebakaran dan kemudian dititipkan di panti asuhan yang bisa dibilang merupakan panti yang kurang terurus dari segi manajemen atau pengaturan anak-anak yang tinggal di panti. Si penjaga panti berusaha semaksimal mungkin untuk menyediakan makanan dan pakaian yang cukup untuk anak-anak di panti tetapi masalah pendidikan dinomorduakan.

Anak malang ini menghadapi kisah sedih masa kecilnya dan dia anggap ini adalah kisah masa lalu. Ia berusaha untuk belajar segiat mungkin dan menyadari bahwa dirinya adalah anak yang istimewa karena sedari kecil dipercaya untuk tinggal di panti dan hidup mandiri. Sekian tahun berlalu dan Harun selepas menyelesaikan sekolahnya dan mulai masuk ke dunia kerja. Dengan tekad dan kerja keras juga menghantarkannya pada kesuksesan yang dicita-citakan.

Kebanyakan anak panti merenungi nasibnya yang kurang beruntung tapi Harun justru menanggapinya sebagai karunia karena dia belajar mandiri lebih awal. Belajar yang tekun dan bekerja keras adalab kunci Harun sehingga dia bisa menjadi seorang kontraktor handal seperti sekarang.

Tuhan memberikan karunia kepada orang yang telah percaya kepadanya, janganlah hanya merenungi nasib dan mempertanyakan kisah hidup kita mengapa begini mengapa begitu, marilah kita melihat kasih Tuhan dan menyadari karunia yang telah tuhan berikan dan mengembangkan itu semua. [SE]

Bapa, ajarku untuk mensyukuri dan mengembangkan talenta-talenta yang telah Kau berikan dalam hidupku. Aku percaya dalam ketekunan dan kasih karunia-Mu, aku dapat menggapai kehidupan yang maksimal. Amin.