Rabu, 29 Juli 2020

Pemeliharaan Sang pencipta

“Sekalipun pohon ara tidak berbunga… sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, … namun aku akan bersorak-sorak di dalam Tuhan, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.” (Habakuk 3:17-18)

Juju seorang pegawai lepas di bidang konstruksi secara tiba-tiba diputus kontraknya dari proyek yang sedang dikerjakan. Pademi Covid-19 secara tiba tiba mengubah keseharian dan denyut perekonomian hampir di seluruh dunia. Dalam suatu kesempatan Juju menuturkan pandangannya dalam menyikapi bencana yang menimpanya ini. Pada awalnya tentulah sebagai seorang pekerja, ia merasa diperlakukan tidak adil karena perusahaannya memutus kontraknya secara tiba -tiba. Tetapi setelah sekian waktu ia memperhatikan dan mencari informasi mengenai wabah ini, ia menyadari jika perusahaan tempatmya bekerja bahkan mengalami dampak dan kerugian yang sangat besar juga ketidak pastian dari kelanjutan proyek  yang dikerjakan.

Tetapi ia menyadari jika selama bertahun tahun sebelumnya, perusahaannya telah menjadi tempatnya bergantung mencari nafkah. Ia mengenal karakter perusahaanya. Ia meyakini jika suatu hari jika pademi ini sudah berlalu, ia juga akan kembali dipanggil bekerja seperti sedia kala. Ketika ia melihat seluruh kenalannya dan tetangganya juga menghadapi masalah yang sama. Ia menjadi pribadi yang lebih sabar dan mengubah kemarahannya semula menjadi tenaga pendorong untuk berkarya di tengan kesulitannya.

Akhirnya ia memutuskan membantu tetangganya mengerjakan perbaikan rumah. Hal ini menjadikannya semakin banyak mendapat order untuk perbaikan rumah di seputar tempat tinggalnya. Memang pendapatan yang diterimanya pun jauh sangat berkurang. Tetapi dengan kesabaran ia menjalani hari-harinya dengan mengatur keuangannya. Tabungannya semakin menipis, tetapi tidak menyurutkannya untuk terus mengerjakan segala pekerjaan yang masih ada dan ditawarkan padanya.

Tidak ada jaminan tentang hari esok. Juju tak pernah tahu kapan kesulitan ini berakhir. Tetapi dalam pemikirannya hanya ada satu keyakinan. Tuhan tidak memberikan ujian melebihi kemampuannya. Setiap matahari pagi akan ia songsong untuk hari depan yang lebih baik. Setiap kesempatan pekerjaan ia jadikan sarana untuk bersyukur atas pemeliharaan dari Penciptanya. [RT]