Rabu, 3 Oktober 2018

MEMUJI TUHAN DALAM KESULITAN

“Ketika mereka mulai bersorak-sorai dan menyanyikan nyanyian pujian, dibuat Tuhan-lah penghadangan terhadap bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir, yang hendak menyerang Yehuda, sehingga mereka terpukul kalah.” (2 Tawarih 20 : 22)

Suatu kali, saya pernah menjadi sangat marah kepada salah satu anak saya karena sesuatu hal. Saya ingin berteriak, ingin memaki, dan daripada mengeluarkan kata-kata yang tidak berguna, saya berteriak “oh Haleluya !” Reaksi anak saya di luar dugaan saya. Dia menatap saya lalu mulai menangis. Dan tiba-tiba saja saya merasa bahwa semuanya telah menjadi baik-baik saja.

Ada kuasa dalam pujian dan penyembahan kepada Tuhan. Hal ini berulang kali telah dinyatakan dalam Alkitab. Ketika bangsa Israel hendak memasuki wilayah Yerikho, mereka harus menghadapi Tembok Yerikho yang secara pikiran manusia adalah tembok kemustahilan untuk ditembus. Tuhan memberi perintah yang jelas dan detail melalui Yosua tentang apa saja yang harus dilakukan oleh bangsa Israel. Selama 6 hari mereka harus mengelilingi tembok Yerikho tanpa boleh mengucapkan sepatah kata pun. Hal ini mengajar kita bahwa saat kita menghadapi hal-hal yang kelihatannya mustahil bagi pikiran kita yang sempit, mulut kita harus dijaga terhadap kata-kata yang negatif. Lebih baik tidak berkata sepatah kata apapun juga, menutup mulut dan diam di hadapan Tuhan.

Pada hari ketujuh, bangsa Israel mengelilingi tembok itu sebanyak 7 kali dan pada ketujuh kalinya sambil bersorak-sorai. Pada saat Yosua memerintahkan mereka untuk bersorak-sorai, mereka belum memasuki kota Yerikho, tapi pernyataan iman “Bersoraklah, sebab TUHAN telah menyerahkan kota ini kepadamu!” (Yos 6:16) mengajar kita untuk memuji Tuhan dengan penuh iman bahwa kemenangan telah Tuhan sediakan meskipun keadaan kita belum nampak ada perubahan.

“…Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian…” (Mzm 22:4). Saat kita memuji Tuhan dengan sungguh-sungguh, Tuhan hadir di atas puji-pujian kita. Jika Tuhan ada bersama dengan kita, sudah pasti kita akan meraih kemenangan. Memuji Tuhan saat menghadapi situasi yang sulit akan melepaskan kita dari jebakan persungutan atau perkataan-perkataan negatif lainnya yang malah akan menjauhkan kita dari kemenangan yang telah Tuhan sediakan bagi segala pergumulan kita. [RH]