Rabu, 4 Desember 2019

SAAT TUHAN BERDIAM
“Serahkanlah kuatirmu kepada Tuhan, maka Ia akan memelihara engkau. Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya
orang benar itu goyah.” (Mazmur 55:23)
3,5 tahun adalah sebuah proses panjang bagi pasangan Efraim dan Ninik. Setelah pernikahan, tentu yang sangat di nanti-
nantikan adalah memperoleh ke turunan. Ninik jauh lebih terbawa perasaan, sebab tiap kali bepergian, menghadiri pesta, kumpul
keluarga selalu muncul pertanyaan : “kapan punya anak? Sudah isi belum “yang lebih menyakitkan adalah “sudah usaha belum?” .
pertanyaan-pertanyaan ini membuat hati dan pikiran bertanya-tanya “Tuhan kok begini-gini amat” tetapi pengakuan pasangan ini,
semakin mereka mempertanyakan Tuhan hati semakin tidak damai, semakin menuntut Tuhan semakin ketakutan.
Suatu saat, mereka mulai mengubah paradigma dan belajar untuk percaya saja berserah sepenuhnya. Saat Tuhan
berdiam, Ia bekerja. “Hati menjadi lebih damai, ya kalau kita mengenal siapa Bapa kita maka kita tidak perlu kuatir” kisah Efraim.
Kemudian, September 2019 doa-doa dan permohonan untuk memiliki buah hati di kabulkan oleh Tuhan. Mungkin ini lama
sekali, tapi mungkin juga bagi sebagian orang tidak terlalu lama. Tetapi yang pasti, pasangan ini telah melewatinya bersama
dengan Tuhan, Tuhan membuktikan Ia tidak pernah ingkar janji. Adakalanya memang kita harus menunggu dan tetap percaya.
Sahabat NK, mari selain belajar Firman Tuhan tetapi juga menghidupinya dalam segala bidang kehidupan kita. Alamiah
kuasa firman Tuhan, alamilah Tuhan secara pribadi dalam kehidupan kita. Meski kadang waktunya tidak melulu sama dengan
waktu kita, sebab kita semua percaya: “waktu Tuhan pasti yang terbaik”.
Selamat bekerja bersama Tuhan, walau kadang Ia diam, sejatinya Allah sedang bekerja dengan cara-Nya sendiri. Cara
yang ajaib yang tidak bisa di samakan dengan jalan pikiran manusia. [WH]