Rabu, 6 November 2019

MURID SEJATI
“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu
dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”
(Roma 12:2)
Di era 80-90 an ada sebuah istilah lelucon yang digunakan untuk menamai aspirasi dari gaya hidup orang-orang
Singapura pada masa tersebut, yang mengejar kekayaan material dalam upaya untuk membuat orang lain terkesan yaitu “5C”. Ini
merupakan singkatan dari – Cash (uang), Car (mobil), Credit card (kartu kredit), Condominium (apartemen pribadi) and Club
(keanggotaan dari klab bergengsi).
Ironisnya, fenomena ini malah terlihat semakin merebak dan juga melanda generasi masa kini termasuk di Indonesia.
Intinya yang dikejar dari berbagai hal dan gaya hidup tersebut hanyalah untuk kebanggaan semata yang dalam alkitab diistilahkan
sebagai keangkuhan hidup. Berbagai organisasi gereja telah bekerja keras untuk memanjakan jemaatnya dengan membuat
berbagai acara yang wah, fasilitas yang mewah, peralatan audio yang canggih, ruang ibadah yang luar biasa nyaman. Namun
sayangnya, organisasi gereja yang sungguh-sungguh menekankan pada upaya-upaya keluar melalui misi, penginjilan, pemuridan
dan persekutuan menjadi tidak populer dan malah semakin ditinggalkan.
Sahabat NK, kita bersyukur untuk segala fasilitas gereja yang semakin lengkap dan nyaman. Namun sebagai murid yang
sejati kita harus tetap ingat akan panggilan kita yang sesungguhnya dan jangan sampai menjadi serupa dengan dunia ini. Firman
Tuhan mengatakan bahwa murid-murid dipanggil oleh Yesus untuk dijadikan penjala manusia bukan hanya untuk menjadi anggota
sebuah kelompok eksklusif. Jangan lupa bagaimana seluruh murid Kristus tersebut telah menjadi martir untuk menjalankan
panggilan ini. Kita dipanggil untuk memerangi kegelapan dan membebaskan para tawanan. Apakah kita memutuskan berjemaat
dalam sebuah gereja hanya karena gengsi semata? Atau karena kita mau ambil bagian dalam misi Kristus yang sesungguhnya?
[WT]