Rabu, 7 Agustus 2019

MENJADI CIPTAAN BARU

“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (2 Korintus 5:17)

Ketika berada di Yerusalem untuk merayakan Paskah, Yesus melakukan banyak mukjizat yang menakjubkan. Hasilnya, banyak orang percaya dan beriman kepada-Nya. Salah satunya adalah seorang Farisi bernama Nikodemus. Dia adalah anggota Sanhedrin, yaitu mahkamah agung Yahudi. Karena ingin tahu lebih banyak, dia menemui Yesus ketika hari sudah gelap. Dia mungkin takut nama baiknya rusak di mata para pemimpin Yahudi.

Nikodemus berkata, ”Rabi, kami tahu Rabi diutus Allah sebagai guru, karena tidak ada orang yang bisa membuat mukjizat seperti Rabi, kecuali Allah menyertai dia.” Yesus kemudian mengatakan bahwa untuk bisa masuk ke dalam Kerajaan Allah, seseorang harus ”dilahirkan lagi”.​ Tapi, bagaimana seseorang bisa dilahirkan lagi? ”Mana bisa dia masuk ke rahim ibunya dan dilahirkan lagi?” tanya Nikodemus.​ (Yohanes 3:2-4) Namun, bukan itu maksudnya dilahirkan lagi. Yesus menjelaskan, ”Kalau seseorang tidak dilahirkan dari air dan kuasa kudus, dia tidak bisa masuk ke Kerajaan Allah.” (Yohanes 3:5) Setelah Yesus dibaptis, dia diurapi dengan kuasa kudus.

Setiap orang yang beriman kepada Kristus adalah ciptaan baru, dimana mereka menerima kasih dan pengampunan dari Allah untuk memiliki hidup yang baru. Pengakuan iman kepada Kristus dideklarasikan melalui baptisan air sebagai tanda menjadi orang yang telah menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.

Biarlah setiap kita juga tidak hanya sebatas memiliki label “orang Kristen” tetapi tidak menghidupi kehidupan yang diteladankan oleh Tuhan Yesus sendiri, tetapi sungguh-sungguh menjadi orang Kristen yang memiliki kehidupan baru yang diubahkan Kristus setiap hari melalui Firman-Nya. Jadilah ciptaan baru dalam Kristus yang sungguh-sungguh mengalami Kuasa Tuhan dalam kehidupan kita. [YJP]