Rabu, 8 April 2015

PERTEMPURAN DENGAN AMARAH

“Lalu kata Yesus : Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang. “ (Yohanes 8 : 11b)

Saving General Yang adalah salah satu film Mandarin yang memadukan unsur kepahlawanan, kekeluargaan, dan cinta dengan apik. Film yang diangkat dari kisah nyata ini bertutur tentang perjuangan Jenderal Yang dengan ke-7 putranya, dimana beliau merupakan jenderal besar yang memiliki jabatan tertinggi dan sangat kharismatik, pada era berkuasanya Dinasti Song di China.

Suatu kali, datanglah serangan besar dari suku Liao atau suku Khitans. Dengan beragam jalan, mereka menyerang dan menghimpit. Bukan hanya ingin membunuh Jenderal Yang, tapi mereka juga menerapkan trik jebakan untuk mengumpulkan ke 7 puteranya di medan perang, supaya mereka semua dapat dihabisi juga. Pemimpin dari suku Khitans, sebelum akhirnya terbunuh oleh satu-satunya putera Jenderal Yang yang masih hidup di akhir peperangan, mengakui bahwa motif dari semua usahanya adalah dendam dan keinginan yang berkobar untuk menghakimi, membalaskan sakit hatinya.

Singkat cerita, berpuluh tahun lalu, Jenderal Yang dan pasukannya telah berhasil membunuh ayahnya dan kakak-kakaknya. Jenazah mereka semuapun tidak pernah berhasil ditemukan. Kesedihan yang mendalam membuat sang Ibunda tercinta meninggal. Diapun bersumpah akan membalaskan dendam, memberikan penghakiman dan penghukuman yang lebih menyakitkan.

Sahabat, apa gunanya semua kepahitan yang kita simpan? Atau siapakah kita ini hingga layak memberikan penghakiman dan menghukum orang lain dengan perkataan dan tindakan kita? Tidakkah kita ingat betapa banyaknya dosa dan kesalahan yang kita buat dan yang terpenting, tidakkah kita ingat bahwa Tuhan Yesus selalu memberikan teladan akan pengampunan yang tulus, penerimaan yang sepenuhnya, dan kata-kata yang membangun serta menguatkan?

Jalan tiap orang adalah lurus dalam pandangannya sendiri, tapi Tuhanlah yang menguji hati. Sekalipun kita benar dan paling benar, bukanlah hak kita untuk menghakimi orang lain. Salibkan semua sakit hati kita dan biarlah kita bangkit dan menang, karena tidak ada lagi kepahitan dalam hati kita. [EI]

Siapakah aku ini ya Bapa ? Betapa banyak dosa dan kepahitan yang ada dalam hatiku. Ampuni aku ya Tuhan. Aku mau belajar tunduk pada Mu. Ini aku Tuhan, jamahlah dan ubahkanlah aku. Supaya setiap kepahitan dan keakuan yang ada boleh Tuhan angkat, dan aku menjadi pemenang. Amin.