Rabu, 9 Oktober 2019

MURID KRISTUS
“…Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa
murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala
sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir
zaman." (Matius 28:18-20)
Sebelum naik ke Sorga, Tuhan Yesus memberikan perintah kepada kesebelas murid-Nya, yang kita kenal sekarang
sebagai Amanat Agung. Bagian utama dari perintah dalam Amanat Agung itu adalah untuk menjadikan semua bangsa murid-
Nya.
Apa yang dimaksud dengan “jadikanlah semua bangsa murid-Ku”? Apakah dengan menjadikan mereka beragama
Kristen? Murid (disciple) adalah seseorang yang mengikuti seorang guru, dan secara aktif meniru, baik kehidupan maupun
pengajaran sang guru. Melalui Amanat Agung, Tuhan Yesus ingin agar semua orang, dari segala bangsa, dapat mengikuti teladan
hidup dan pengajaran-Nya.
Sayangnya, saat ini banyak gereja yang terlihat puas apabila jemaat-nya datang beribadah setiap minggu. Gereja tidak
lagi melakukan tugas penting memuridkan. Padahal tugas memuridkan ini adalah bagian dari Amanat Agung yang diperintahkan
oleh Tuhan Yesus sendiri.
Akibatnya, banyak orang Kristen yang berhenti di tataran pengetahuan saja. Atau, bahkan lebih parah lagi, hanya berhenti
di kegiatan yang bersifat seremonial. Asal sudah datang di ibadah hari Sabtu/Minggu, mereka sudah merasa menjadi orang Kristen
yang baik. Atau, asal sudah terlibat dalam pelayanan, merasa sudah jadi orang Kristen yang baik.
Datang beribadah setiap minggu adalah hal yang baik. Terlibat dalam pelayanan, lebih bagus lagi. Tetapi jangan berhenti
di sana dan teruslah berada dalam pengejaran sebagai murid Kristus. Kita harus terus bertumbuh dan menjadi seorang murid yang
menyerupai Kristus. Artinya kita harus meniru, baik kehidupan maupun pengajaran yang telah diberikan oleh Yesus Kristus,
sehingga kita menjadi semakin serupa dengan Dia. [WK]