Saat Orang Lain Urusi Hubunganmu, Haruskah Kamu Mendengarnya atau Cukup Ikuti Kata Hati!

170711094644

“Aku dan pacarku baru saja bertunangan. Jujur saja, aku benar-benar jatuh cinta padanya dan aku yakin dia adalah orang yang tepat dari Tuhan,” tulis seorang temanku dalam status Facebooknya. Aku pun tergerak untuk mengucapkan selamat untuknya. Bukan malah membalas dengan ucapan bahagia, dia malah menulis sesuatu yang sangat menyedihkan. “Tapi, keluarga dan teman-temanku menganggapku membuat kesalahan besar. Haruskah aku mendengarkan mereka atau mengikuti kata hatiku sendiri?”

Ahh. Ini memang rumit. Tapi realitanya banyak dari kita yang memang mengalami dilema ini.

Aku juga punya pengalaman asmara yang menyedihkan. Aku pernah dicampakkan oleh tunanganku setelah kami menjalani hubungan delapan tahun lamanya. Dia memutuskanku waktu aku sedang berduka karena kematian ibuku. Hidupku benar-benar hancur. Tapi aku malah dibuat kaget dengan reaksi dari orang-orang di sekitarku. Teman-temanku menyembunyikan perasaan mereka setelah mengetahui kami sudah berpisah. Keluargaku pun bahkan sengaja membuat pesta untuk merayakan hubungan kami yang sudah putus.

Dan setelah kondisiku mulai membaik dan bisa berpikir jernih kembali, aku benar-benar menyadari kalau mantan tunanganku itu tidak cukup baik bagiku. Rupanya, semua orang bisa melihatnya selama kami berpacaran. Karena selama itu, mataku mungkin benar-benar ditutup oleh perasaan cintaku untuk dia. Tapi sekarang, aku justru merasa lega tidak jadi menikahi dia.

Waktu kita menjalin hubungan, kita mungkin memposisikan diri terlalu dekat dengan dia, terutama waktu kita masih dalam gejolak cinta yang membara. Kitapun menjadi abai dengan tanda-tanda peringatan dari sekitar dan kita tak ambil pusing dengan apa yang akan terjadi ke depan. Karena itulah, terkadang kita perlu seseorang yang bisa melihat situasi yang kita alami dari luar lingkaran. Sejak pengalaman itulah, aku mulai membuka diri dengan semua perhatian orang-orang kepadaku.

Ya, memang sih akan ada orang-orang yang tidak punya kepentingan yang ikut campur. Terkadang, diantara teman dan keluarga kita akan ada yang mulai menantang pasangan kita atau menunjukkan ktidaksukaan mereka secara terang-terangan sembari berkata, “Hubunganmu tidak akan pernah bertahan” atau “Dia tidak cukup baik untukmu”. Tapi buktinya, ada saja pasangan yang sukses menikah dan bahkan tetap langgeng-langgeng saja. Atau kita juga pasti akan berhadapan dengan orang-orang yang merasa iri dengan hubungan kita dan berniat untuk menghancurkannya dengan menyabotase hubungan kita.

Tapi, mereka yang benar-benar menyayangi kita pasti akan melakukan hal terbaik bagi kita. Aku yakin kita akan bijak untuk mendengarkan kekhawatiran mereka. Kita memang harus mempertimbangkan pendapat mereka dengan saksama dan bahkan bisa meminta doa dari mereka. Minta supaya Tuhan memberikan kita jawaban atas kekhawatiran orang lain terhadap kita.

Jangan sampai karena dimabuk cinta , kita malah terjerumus dalam hubungan yang salah. Yakinlah bahwa Tuhan juga menempatkan orang-orang baik dan peduli di sekitar kita.

Ingatlah bahwa keluarga dan teman-teman yang dewasa dan sudah berpengalaman akan selalu mendukung kita dalam setiap keputusan dan pilihan yang kita ambil jika itu memang adalah sesuatu yang baik. Tapi mereka juga tidak akan tinggal diam membiarkan kita terjerumus dalam pilihan yang salah yang akan membawa kesengsaraan berkepanjangan bagi kita.

Jadi, cobalah untuk lebih terbuka dengan pendapat atau komentar orang lain. Setelah itu mulai pikirkan dan pertimbangkan dan bila perlu bawa kehadapan Tuhan. Karena di dalam Dial ah kita mendapatkan jawaban yang terbaik.

Sumber : Hopefulgirl/Christianconnection