Sabtu, 11 Mei 2019

SIKAP PEMAAF

“Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.” (Kejadian 50:20)

“Nak, ibu ingin kamu tidak membalas orang yang berbuat jahat kepadamu, serahkan kepada Tuhan, pembalasan itu hak Tuhan.” Nasihat ibunya ini selalu terngiang dalam telinga. Ketika teman-temannya memfitnah, menjelekkan bahkan mengatakan yang jahat terhadapnya, dia berusaha menahan diri, dan kata-kata ibunya ini yang terus diingatnya, sehingga dia lebih banyak menundukkan kepala dan  menyerahkan semuanya kepada Tuhan.

Suatu waktu ketika anak ini sudah besar. Dia menjadi seorang pengusaha yang berhasil dan kaya. Meskipun demikian dia tetap rendah hati dan meyakini kedaulatan Tuhan atas hidupnya. Sebagai pemilik perusahaan, dia selalu melakukan yang terbaik, baik buat pegawai, rekanan maupun pelanggan-nya. Namun tak dapat diduga,  ternyata ada pegawainya yang melakukan praktik kongkalikong dengan pihak supllier. Mereka melakukan kejahatan dengan bon fiktif dalam jangka waktu yang cukup panjang, sehingga hal ini mengakibatkan perusahaan kolaps, tidak bisa membayar semua kewajibannya.

Pengusaha ini akhirnya kembali menjadi orang biasa dan hidup sederhana. Namun dia tetap memiliki hati yang jernih dan tidak menyimpan terus kesalahan si karyawan yang telah berbuat jahat kepadanya. Dia sudah melupakan dan tetap percaya akan kedaulatan Tuhan. Dia jalani hari-harinya bersama istri dan anak-anaknya.

Sahabat NK, bagi orang dunia, tentu ajaran ini dianggap bodoh bukan? Namun bila kita melihat apa yang terjadi dalam kisah Yusuf, maka sesungguhnya Tuhan tidak pernah salah dalam rancangan-Nya. Orang bisa mereka-rekakan yang jahat terhadap seseorang, namun Tuhan bisa mengubah hal itu menjadi kebaikan. Yusuf dihina, dibuang, difitnah dan dipenjara, bukan karena dia berbuat jahat, namun orang lain yang mereka-rekakan itu terhadapnya. Namun Yusuf tidak membiarkan kepahitan terus menghinggapi-nya, melainkan dia mengampuni semua orang yang telah menyakitinya dan menyerahkan masalahnya kepada Tuhan. Dan apa yang terjadi? Tuhan mengangkat dia pada waktu-Nya! [YP]

Perenungan (P1) dan Penerapan (P2)

P1 : Apa yang Anda bisa teladani dari Yusuf?

P2 : Apa yang akan Anda ajarkan kepada anak-anak atau diri anda sendiri mengenai hal ini?