Sabtu, 12 September 2020

PIT STOP

“ Dan bilamanakah seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.” (Pengkhotbah 4:12)

Saya sangat menyukai olahraga otomotif Formula 1. Bukan hanya adrenalin saja, tetapi di sana kita bisa belajar banyak bagaimana peran kerjasama tim, akan membuat seorang pembalap menjadi juara dunia. Memang tidak terlihat seperti sepak bola, yang dimainkan oleh 11 orang dalam satu tim. Formula 1 terlihat seperti olahraga individu, yang mengandalkan kehandalan dari seorang pengemudi. Tetapi tidak, di balik itu ada banyak faktor yang membuat seseorang bisa menjadi juara dunia, yaitu mesin, body, kru pit stop, strategi, dan lain sebagainya.

Mari bahas hal menarik dalam olahraga ini, yaitu pit stop. Apa itu? Ini adalah waktu di mana mobil akan mengganti ban yang sudah “gundul” dengan ban yang baru. Terkadang digunakan juga untuk mengganti “front wing” jika rusak akibat kecelakaan. Berapa detik mengganti 4 ban? Rata-rata 2.4 detik saja! Wow! Ada 20 orang dalam pit stop yang mengerjakan penggantian 4 ban dalam hitungan detik. Bahkan ada beberapa tim yang sanggup mengganti 4 ban dalam 1.9 detik! Sungguh kerja sama yang luar biasa.

Jadi percuma saja jika seorang pembalap amat mahir, tetapi tidak memiliki anggota pit stop yang baik. Ban bisa tidak terpasang dengan baik, atau termakan waktu terlalu lama di pit stop sehingga di susul oleh pembalap yang lain.

Sama hal nya dengan kerohanian kita. Jika kita hanya mahir mendalami “agama” seorang diri, kita tidak dapat mencapai kesempurnaan dalam Kristus. Sebab ada saat nya kita lemah, iman kita aus, dan kita butuh masuk “PIT STOP”. Kita membutuhkan “support system” agar kita berhasil mencapai garis finish perjalanan iman kita. Maka penting sekali kita memiliki komunitas di dalam Tuhan, atau orang-orang terdekat kita yang memang percaya kepada Kristus dan memiliki gaya hidup seperti Kristus, bukan hanya sekedar orang beragama Kristen. Jika kita memiliki pergaulan yang baik, dikelilingi dengan orang-orang yang memang cinta Tuhan, maka kita dapat saling menopang satu sama lain, jika kita sedang menghadapi pergumulan atau sedang jauh dari Tuhan, ada teman-teman yang dapat mendukung kita, mendoakan dan mendukung. [CH]