Sabtu, 13 April 2019

 

Merencanakan Masa Lalu

“Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.” (Ayub 42:2)

“Seandainya waktu bisa diulang, apakah kamu akan menikahi suamimu yang sekarang atau memilih orang lain sebagai suamimu?” tanya ibu mertua kepada menantunya. Sejenak suasana menjadi hening. Sang menantu mengerutkan dahinya seakan berpikir dengan keras. Lalu ia berkata, “Saya akan memilih orang lain sebagai suamiku.” Selanjutnya, sang menantu mulai menjelaskan mengapa ia menjawab seperti itu. Selama ini ia begitu terbebani dengan berbagai hal dalam pernikahannya, dimana suaminya harus mengurusi bukan hanya rumah tangganya sendiri, tetapi juga memperhatikan orangtua dan juga keluarga saudara-saudaranya yang lain karena suaminya adalah anak yang tertua dalam keluarganya yang dituntut untuk memperhatikan keluarga besarnya, dimana hal itu membuat sang istri merasa terganggu dan tidak berbahagia.

Entah sadar atau tidak, kadangkala kita terperangkap dalam masa lalu dan membayangkan seandainya kita melakukan hal yang berbeda yang berakibat pada situasi yang kita alami di masa kini. Konsekuensinya, kita menjadi bersikap menyalahkan keputusan dan situasi di masa lalu, atau sebaliknya terbuai dengan peristiwa yang telah lampau, dan tidak dapat bersyukur untuk masa kini serta tidak mampu membuat rencana untuk masa depan.

Ayub sempat mengalami situasi emosional yang membuatnya putus asa dengan berbagai rencananya yang tidak sesuai harapan. Dalam kitab Ayub 17:11, ia berkata, “Umurku telah lalu, telah gagal rencana-rencanaku, cita-citaku.” Dapat dimaklumi betapa susahnya hati Ayub akibat berbagai musibah yang ia alami bertubi-tubi. Tapi, syukur kepada Tuhan sebab Ayub pada akhirnya menyadari bahwa meskipun rencana pribadinya gagal, namun rencana Tuhan tidak ada yang gagal dalam hidupnya.

Sahabat NK, waktu tidak bisa diputar kembali ke masa lalu, tak ada gunanya kita mengeluh dan menyesali keadaan. Kita ada di masa kini dan sepatutnya kita bersyukur serta menatap masa depan di dalam Tuhan. Rencanakanlah masa depanmu dan serahkan semuanya ke dalam tangan Tuhan. Percayalah bahwa rencana Tuhan itu indah dan tidak ada rencanaNya yang gagal. [BT]