Sabtu, 15 Februari 2020

RATU PENULIS LAGU GOSPEL
“Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk
membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.” (Efesus 4:29)
Fanny Crosby lahir di desa Brewster pada tanggal 24 Maret 1820. Saat usianya baru 6 minggu, dia
mengalami demam. Namun karena salah penanganan dokter, kedua matanya menjadi buta. Di tahun itu juga,
ayahnya, meninggal dunia hingga Fanny harus diasuh ibu dan neneknya. Saat usianya 5 tahun, melalui pemeriksaan
dokter diketahui matanya tidak bisa dioperasi dan kebutaannya bersifat permanen. Sejak itu dia menjalani hidupnya
dalam kegelapan.
Namun kekurangannya dalam penglihatan tidak menghentikannya untuk menulis puisi dan lirik lagu.
Sepanjang hidupnya dia telah melahirkan hampir 8000 lagu dan 3 buku kumpulan puisi. Dari sekian banyak lagu yang
ditulisnya, tidak satu pun bernada sinis atau berisikan keluhan hati.
Sebaliknya lagu-lagunya banyak yang bertema patriotik dan pujian (hymne). Pencapaian ini membuat dia
dikenal sebagai “Ratu Penulis Lagu Gospel”. Beberapa ciptaannya yang terkenal adalah Blessed Assurance
(Kuberbahagia), Pass Me Not dan O Gentle Savior (Mampirlah Dengar Doaku). Lagu-lagunya benar-benar
memberkati banyak orang.
Sahabat NK, ada begitu banyak hal buruk yang mungkin terjadi di dalam hidup kita. Namun jangan biarkan itu
menjadi alasan untuk kita mengeluh. Bahkan ketika hal buruk itu bukanlah sesuatu akibat yang timbul dari kesalahan
kita. Kita belajar mengimani bahwa segala sesuatu yang Tuhan ijinkan terjadi, selalu berujung kepada kebaikan kita.
Seperti teladan Fanny Crosby, marilah kita tetap mewartakan kebaikan Tuhan lewat penyembahan kita. Dan
tentu saja yang lebih penting adalah melalui perbuatan kita yang baik dan mempermuliakan nama-Nya. Biarlah
perkataan kita menjadi berkat buat orang di sekitar kita dan menyenangkan nama Tuhan. [JEA]