Sabtu, 15 Juni 2019

Kewajiban Atau Kerinduan?

“Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, …, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.” (Matius 23:23)

Setelah beberapa waktu mengikuti sesi pendalaman Firman Tuhan, seorang teman merasa sangat dijamah dan tergerak oleh Firman. Ia semakin bertumbuh dalam pengenalan akan Allah dan timbul kerinduan untuk lebih bersungguh-sungguh dan hidup sesuai kehendak Allah. Firman itu semakin bertumbuh dalam hatinya, dan seiring dengan hal itu muncul kerinduan untuk menjangkau dan membantu keluarganya. Selain itu juga ia ingin menjadi berkat di tempat kerjanya baik kepada majikan maupun sesama karyawan. Sungguh berbeda karena sebelumnya ia merasa berbagai masalah dalam keluarga dan pekerjaannya adalah beban yang berat yang harus ia hadapi. Namun sekarang hatinya digerakkan oleh belas kasihan terhadap mereka semua.

Mungkin banyak dari kita yang memandang masalah di dalam keluarga adalah beban yang tidak menyenangkan. Kita merasa terganggu dengan anggota keluarga yang sedang bermasalah. Kita merasa menjadi korban karena harus ikut menanggung beban yang sama sekali bukan akibat kesalahan kita. Kata membantu seolah-olah merupakan kewajiban dari seorang anggota keluarga terhadap keluarganya yang sedang menghadapi masalah.

Sahabat NK, hanya orang yang dipenuhi dengan kasih dan kebenaran Allah yang memiliki belas kasihan sejati. Ini tidak dimiliki oleh orang-orang yang agamawi. Lihat bagaimana Kristus selalu digerakkan oleh belas kasihan ketika, namun ahli taurat datang dengan segala kewajiban dan larangan agamawi.

Jika kita mau benar-benar membawa keluarga dan sesama kita mengalami Tuhan baiklah kita bersungguh-sungguh untuk memiliki kasih yang sejati bukan hanya sekadar bersikap agamawi. Ketika kita bertumbuh di dalam Tuhan, baru kita dapat menghasilkan buah. Dengan demikian, mengasihi sesama bukan lagi merupakan kewajiban namun menjadi sebuah kerinduan yang lahir dari kasih Allah.  [WT]