Sabtu, 21 Maret 2020

BUKAN PEMBERIAN BIASA
Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada
orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali

lipat. Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun
anak Abraham. (Lukas 19:8-9)
Sebuah survei dilakukan untuk mengetahui apakah anak-anak peduli kepada orang yang membutuhkan.
Tiap-tiap anak diajak menuju lokasi survei, mereka akan diberikan uang tunai, di depannya ada tukang es krim dan
seorang pengemis. Anak yang pertama diberikan uang, ia ingin membeli es krim, namun ketika ia berjalan melihat
seorang pengemis yang memelas di hadapannya. Sesaat ia menjadi ragu tetapi akhirnya memberikan uang tunai
kepada pengemis tersebut. Anak ke dua dan ketiga pun melakukan hal yang sama.
Kemudian anak keempat diberikan uang tunai, ia pun melihat pengemis yang sama. Keraguan dialaminya
juga tetapi ia tetap membeli es krim. Melihat apa yang dilakukan anak keempat membuat semua terdiam, tetapi
mereka terkejut ketika anak itu menghampiri pengemis dan memberikan es krim yang ada di tangannya. Semua
bernapas lega dan menanyakan mengapa uangnya tidak langsung diberikan, jawabannya adalah “karena aku ingin
memberikan apa yang aku suka pada pengemis itu.”
Bukan pemberian biasa yang diberikan anak itu, tetapi apa yang ia suka, apa yang berharga baginya. Ketika
Zakeus berjumpa dengan Yesus, ia mengalami perubahan yang sangat besar dalam gaya hidupnya. Dari yang suka
uang menjadi orang yang merelakan setengah dari hartanya bagi orang miskin.
Sahabat NK, memberikan apa yang tidak disukai lebih mudah daripada memberi apa yang disukai. Saat ini
apakah yang paling anda sukai? Barang mewah, makanan enak, uang melimpah? Relakah membaginya kepada
orang yang membutuhkan? Jika sulit, mari berjumpa dengan Yesus. Ia akan memberikan pengalaman yang dahsyat
seperti Zakeus. Rela memberikan pemberian yang luar biasa hingga nama-Nya dimuliakan. [RIV]