Sabtu, 25 April 2015

RENCANA TUHAN YANG INDAH

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” (Roma 8:28)

Kisah kehidupan Yusuf adalah salah satu bagian Alkitab yang menjadi kesukaan saya. Khususnya saat Yusuf membuka siapa dirinya yang sebenarnya di hadapan saudara-saudara yang dulu membuang dan menjualnya sebagai budak.

Mari kita coba membayangkan, betapa terkejutnya perasaan dari kakak-kakaknya yang dulu membenci karena Yusuf lebih disayang oleh Yakub ayah mereka. Dahulu mereka berusaha untuk menyingkirkan adik kesayangan ayahnya dengan cara menjualnya kepada rombongan pedagang Ismael, setelah sebelumnya berusaha untuk membunuhnya, jika tidak dicegah oleh Ruben. Kini, berdiri di hadapan mereka adik yang pernah mereka benci dan singkirkan, namun dalam situasi yang bertolak belakang. Jika dulu Yusuf dari dalam sumur kering memelas meminta belas kasihan mereka, kini merekalah yang bertekuk lutut di hadapan Yusuf memohon belas kasihannya.

Yusuf dalam balutan jubah kebesaran Mesir tidak merasa malu untuk menangis keras-keras di hadapan saudara-saudaranya yang semakin kebingungan melihat tingkah lakunya tersebut. Dalam suasana yang mencekam itu saudara-saudara Yusuf merasa ketakutan bahwa Yusuf akan membalas perbuatan jahat mereka dahulu. Namun, Yusuf justru berkata, “Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu.” (Kejadian 45:5).

Sahabat NK, Yusuf menunjukkan sikap hati yang benar, ia percaya bahwa dibalik semua rencana buruk saudara-saudaranya Tuhan memiliki rencana yang terbaik bagi dia dan bagi bangsanya. “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.”(Kejadian 50:20). Maukah Anda meneladani sikap Yusuf? [JFK]

Tuhan, ajarku untuk mengerti segala rencana-Mu yang indah atas kehidupanku. Dalam setiap perkara yang tidak mengenakan sekalipun, aku percaya jika Engkau sanggup untuk membuat semuanya menjadi kebaikan bagiku. Ajar aku untuk selalu memiliki sikap hati yang benar agar rencana-Mu yang indah berlaku atas kehidupanku. Amin.