Sabtu, 27 April 2019

 

Katak dan Mentega

“Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.” (Roma 3:25) 

Dua ekor katak tak sengaja terjatuh ke dalam sebuah tong yang penuh dengan krim. Mereka berenang ke sana ke mari dengan panik dan berusaha melompat keluar dari tong itu. Setelah mencoba dan mencoba, akhirnya, seekor katak yang kelelahan menyerah. Dia mengeluh, “Tidak ada gunanya berenang ke sana ke mari!” Dia mengayunkan kakinya untuk terakhir kalinya, lalu tenggelam dalam keputusasaan. Dia gagal.

Tinggal sang katak yang lainnya. Dia benar-benar berbeda. Dia tidak mau menyerah. Selalu ada jalan keluar, pikirnya. Dia terus berenang, mempertahankan hidupnya. Dan suatu kejutan baginya. Krim itu perlahan tapi pasti mulai berubah. Ya, berubah mengeras dan menjadi mentega. Akhirnya, dia mendapat pijakan yang kuat dan melompat keluar dari tong itu. Sikap optimis dan percaya ada jalan keluar, membuat katak itu selamat.

Dalam masa Paskah ini kita diingatkan tentang kemenangan Allah atas dosa yang membelenggu manusia. Makhluk yang diciptakan sebagai wujud kasih-Nya namun jatuh dalam dosa yang menyebabkan ia tidak dapat menghampiri sang pencipta. Hanya karena kasih-Nya yang besar maka Allah memberikan jalan keluar kepada manusia untuk dapat kembali terhubung dengan kasih sang Bapa.

Kalau Allah rela mengorbankan Yesus sebagai jalan keluar dari masalah terbesar manusia: dosa. Maka percayalah bahwa Allah yang sama pun pasti memberikan jalan keluar untuk masalah-masalah kita yang tidak sebesar masalah dosa.

Dalam setiap situasi yang kita anggap buruk dan gelap, percayalah kepada-Nya bahwa selama kita menjalani bersama-Nya, ada tangan yang tak nampak dari Allah yang sudah berkorban sedang menuntun kita untuk menemukan jalan keluar. [DMP]