Sabtu, 27 Juni 2020

Perhatikan Generasi

“Setelah seluruh angkatan itu dikumpulkan kepada nenek moyangnya, bangkitlah sesudah mereka itu angkatan yang lain, yang tidak mengenal TUHAN ataupun perbuatan yang dilakukan-Nya bagi orang Israel.” (Hakim-hakim 2:10 TB)

Allah menunjukkan bagaimana Ia sanggup menyatakan tulah dahsyat bagi Mesir. Bangsa Israel dituntun untuk keluar dari perbudakan. Laut Teberau terbelah di depan mata bangsa Israel. Manna dari langit turun setiap hari memeliharakan bangsa itu. Burung puyuh dikirim Tuhan mengenyangkan perut seluruh bangsa itu. Tiang awan dan tiang api menjadi saksi, Tuhan memimpin umat Israel. Yerikho dikalahkan dengan cara yang ajaib. Kemenangan demi kemenangan menjadi bukti bahwa bangsa itu adalah biji mata Tuhan.

Musa memimpin dan mengajarkan takut akan Tuhan kepada kaum keturunan Yakub itu. Hukum-hukum Allah diajarkan kepada bangsa Israel. Yosua melanjutkan hukum dan pengajaran yang sama. Maka generasi itu hidup dalam berkat dan pemeliharaan Allah. Keberhasilan, kemenangan, keamanan, kemakmuran ada atas Israel.

Tapi setelah itu, ayat di atas menulis, maka kemudian bangkitlah generasi yang tidak taat Allah. Ada “missing link” pengajaran yang menyebabkan generasi penerus hidup terhilang dari Tuhan. Itulah yang menyebabkan bangsa Israel memasuki masa kelam. Menjadi bangsa terjajah hingga akhirnya tercerai berai dan sempat hilang dari peta bangsa-bangsa.

Maka mengajarkan dan meneruskan nilai-nilai kebenaran kepada generasi penerus adalah hal yang penting supaya mereka tetap hidup takut akan Tuhan. Tunjukkanlah cara hidup yang benar. Ajarkan iman yang murni. Latih mereka beribadah. Beri kesempatan kepada mereka untuk belajar memimpin, tentu saja sembari memberikan pendampingan dan mentoring.

Kita mulai dari anak-anak kita. Juga kepada anak buah dan anak rohani kita. Nilai-nilai rohani yang kita transferkan akan awet terpelihara dari generasi ke generasi. Maka kita tidak akan kehilangan mereka. [DMP]