Sabtu, 4 April 2015

SEMANGAT BERBAGI

“Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.” (Filipi 2:8)

Pada suatu hari ada seorang kaya raya ingin menyumbangkan dana yang besar untuk sebuah negeri yang terkenal miskin dan menderita karena wabah penyakit. Di negeri itu terdapat banyak suku. Tiap suku dipimpin oleh seorang tetua adat. Awalnya, orang kaya tersebut mendatangi salah satu suku, dan menginap di rumah salah satu kepala suku.

Tanpa diduga, si kaya raya itu tertular wabah penyakit dan hampir mati. Menjelang ajal, ia berpesan kepada kepala suku, agar uang yang ia beri dibagikan secara merata ke semua suku. Namun apa yang terjadi? Si kepala suku justru menyimpan dan menghabiskan uang dari si kaya, tanpa membagikan kepada suku-suku lain.

Kisah tadi menunjukkan bahwa dalam hidup ini, betapa tidak mudahnya berbagi. Salah satu penyebabnya adalah karena sikap egois, yaitu mementingkan diri sendiri, sekaligus mengabaikan kepentingan dan kebutuhan orang lain. Ketika ke-aku-an sudah mendominasi, maka kepentingan orang lain menjadi sesuatu yang tidak diperhatikan lagi. Seperti kepala suku yang serakah dalam kisah di atas.

Dalam hidup kita sebagai orang Kristen, semangat berbagi merupakan semangat yang digelorakan dalam Paskah. Peristiwa Paskah merupakan bukti sahih bahwa selama sikap keakuan masih mendominasi, tidak akan ada keselamatan. Yesus sendiri yang telah mencontohkan, bahwa Ia mau berbagi. Tidak tanggung-tanggung, yang Yesus bagi adalah seluruh hidup-Nya, bahkan nyawa-Nya. Ia rela mati disalibkan. Itulah karya penyelamatan yang begitu pokok dalam iman Kristen.

Sahabat NK, untuk menjadi orang Kristen sejati, mari kita terus tumbuhkan semangat untuk berbagi. Jika ada keakuan yang seringkali menghalangi, kita harus menang melawan keakuan itu. Dengan semangat Paskah, kita dimampukan untuk berbagi hidup. [DA]

Tuhan, sungguh mulia karya-Mu diatas kayu salib itu. Engkau yang telah menunjukan betapa besarnya kasih-Mu padaku dengan membagi nyawa-Mu ganti tebus semua dosa dan kesalahanku. Biarlah kehidupanku sekarang akan mampu untuk berbagi hidup dan menjadi berkat bagi orang-orang yang ada di hidupku. Amin.