Sabtu, 8 Juni 2019

RANCANGAN YANG TERBAIK

“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yeremia 29:11)

Bagi banyak orang, masa depan berarti rangkaian peluang tanpa batas, harapan-harapan yang besar, mimpi-mimpi untuk diraih, dan cita-cita untuk diwujudkan. Banyak yang percaya bahwa masa depan yang cerah bisa dicapai jika kita memiliki sarana yang tepat seperti—uang, kualifikasi akademik, kemampuan pribadi, dan sebagainya. Orang pun rela menginvestasikan semua waktu dan tenaga mereka untuk memiliki semua itu, dengan harapan bisa memastikan masa depan yang cerah. Sebuah usaha yang masuk akal, bukan?

Namun, jika kita pikirkan kembali, ada bahaya laten keangkuhan yang bersembunyi di balik berbagai mimpi yang kita punya. Ini bisa mempengaruhi hubungan kita dengan Tuhan, dan menghambat kita untuk menjalani kehidupan yang mencerminkan Kristus. Allah menjamin masa depan penuh harapan bagi umat pilihan-Nya, hal itu disampaikan oleh nabi Yeremia dengan mengumandangkan bahwa Allah memberikan rancangan damai sejahtera dan bukan kecelakaan.

Dengan mengerti kalimat ini, jelas dipahami bahwa Tuhan merancangkan perkara yang terbaik bagi mereka yang berharap dan percaya kepada kedaulatan Tuhan. Meskipun dalam keadaan tertekan dan sengsara, Tuhan memperhatikan umat-Nya yang di pembuangan. Allah mengizinkan hal itu terjadi sebagai bagian dari proses kehidupan untuk mengajar umatNya dan menjadikan mereka bangsa yang setia, dengar-dengaran kepada-Nya, sehingga rancangan dan masa depan penuh harapan itu dinyatakan.
Masa depan penuh harapan yang dijanjikan Tuhan kepada umat pilihan adalah sebuah keadaan di mana mereka bebas dari tawanan,

Secara rohani, jelas masa depan penuh harapan adalah keadaan di mana kita akan dibuat Tuhan mengalami kepenuhan, secara khusus pengenalan, pemahaman, pengertian dan pengalaman akan karya-karya Tuhan. Ini berarti kerohanian kita semakin hari semakin dewasa. Pada dasarnya masa depan penuh harapan bukan hanya bertalian dengan hal jasmani melainkan juga hal-hal lahiriah, seperti keadaan finansial, kedudukan, kepemilikan harta benda, dan lain-lain. [RB]