Sabtu, 9 Maret 2019

 

MENGUBAH SEBUAH NODA

“Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum.” (Yesaya 42:3)

Sir Edwin Landseer adalah salah satu pelukis paling terkenal pada masa era Victoria. Bakatnya yang luar biasa ditunjukkan dari sejak usia dini dan ia telah berhasil memamerkan karya pertamanya di Akademi Kerajaan Inggris saat dia baru berusia tiga belas tahun. Dia juga mendapat kehormatan ditugaskan untuk membuat sejumlah potret resmi anggota keluarga kerajaan.

Bahkan dia dipercaya untuk memberikan pelajaran menggambar secara pribadi kepada Ratu Victoria dan Pangeran Albert. Akan tetapi, dia lebih banyak dikenal karena lukisan penggambarannya tentang pemandangan alam dan kehidupan di dataran tinggi Skotlandia.

Suatu hari ketika dia mengunjungi kastil satu keluarga di Skotlandia, salah seorang pelayan keluarga itu menumpahkan botol air soda tanpa sengaja dan meninggalkan sebuah noda besar di dinding. Sementara pada hari itu, keluarga pemilik rumah sedang bepergian keluar dan hanya Landseer yang tinggal.

Dengan hanya menggunakan arang, ia ‘memasukkan’ noda besar ke dalam suatu lukisan dinding yang indah. Ketika keluarga itu kembali, mereka menemukan lukisan air terjun yang dikelilingi oleh pohon dan hewan. Landseer menggunakan keahliannya untuk membuat sesuatu yang indah dari apa yang dianggap berantakan.

Sahabat NK, Tuhan bekerja dengan cara yang sama dalam hidup kita. Hal-hal yang kita anggap sebagai kelemahan dan cacat noda, dapat menjadi kekuatan terbesar kita melalui kasih karunia-Nya. Dan hal-hal seperti itulah yang paling sering Dia gunakan untuk mendatangkan kemuliaan bagi diri-Nya.

Rahmat Tuhan memberikan kekuatan untuk memenuhi setiap kelemahan dan mengatasi setiap kegagalan. Percayalah, DIA adalah Ahlinya mengubah noda menjadi karya yang mulia. [SM]