Sabtu, 9 November 2019

MENGINJILI KANIBAL
“…Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya
kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun…”
(Yakobus 1:4)
Pada tahun 1840-an, John Geddie meninggalkan jabatannya sebagai pendeta di sebuah gereja di Kanada untuk
membawa istri dan dua anaknya yang masih kecil ke kepulauan di sekitar Selatan Samudera Pasifik dan memulai pekerjaan misi di
sana. Setelah menempuh perjalanan lebih dari 20.000 mil, mereka tiba di Aneityum – Kepulauan Hibrida Baru. Deretan kepulauan
itu dihuni oleh orang-orang kanibal, yang telah menewaskan korban lebih dari dua puluh awak kapal Inggris hanya beberapa bulan
sebelum keluarga Geddie tiba di ladang misi itu.
Dalam pelayanannya, mereka menghadapi kesulitan bahasa tanpa tulisan dan ancaman terus-menerus untuk dibunuh.
Perlahan-lahan beberapa orang datang bertobat dan kemudian banyak lagi yang menerima Injil. Geddie melanjutkan
pelayanannya dengan setia, termasuk menerjemahkan seluruh Alkitab ke dalam bahasa asli dan membangun dua puluh lima
gereja. Selama bertahun-tahun, Geddie bekerja dengan sedikit bantuan dan dukungan dari kampung halamannya, namun Allah
setia kepada hamba-Nya. Sejarah mencatat, di mimbar gereja tempat Geddie dulu menggembalakan, berdiri sebuah plakat untuk
menghormatinya dengan tulisan: "Ketika ia tiba pada tahun 1848 tidak ada orang Kristen di sini, dan ketika ia pergi pada tahun
1872 di sini tidak ada lagi orang kafir."
Ketika Yeremia menerima tugas sebagai nabi selama lebih dari 40 tahun, ia tidak pernah tahu akan menemui tantangan,
penolakan dan ancaman kematian (Yer 11:21-23; 36:26). Ia tidak pernah tahu apakah pelayanannya memberi hasil atau tidak.
Yang Yeremia tahu dan harus lakukan adalah terus menerus dengan tekun menyampaikan pesan, teguran Allah dan nasihat bagi

orang Yehuda untuk bertobat sebelum datangnya penghukuman. Ia tetap berharapan akan kasih setia Tuhan yang tak
berkesudahan (Rat 3:22).
Sahabat NK, sungguh diperlukan keyakinan dan harapan untuk tekun menjalankan misi besar. Tak peduli apapun yang
menjadi tugas kita dalam keluarga, masyarakat atau pelayanan, kita perlu tekun menjalankan apa yang telah dipercayakan Tuhan.
[SM]