Sekolah di Gubuk Kayu, Siswa SD di Sinjai Tetap Semangat Belajar

9bd13264-cf5e-4814-9113-186dbe8a8b8e_169

SD Al Khairat di Dusun Paniki, Desa Bonto Katute, Kec. Sinjai Borong, Sinjai, Sulawesi Selatan berbentuk gubuk kayu bekas rumah tinggal warga. Meski demikian, tidak mengurangi minat anak-anak kampung Paniki untuk bersekolah.

SD Al Khairat merupakan satu-satunya sekolah yang ada di kampung Paniki, yang bisa ditempuh hanya dengan berjalan kaki selama sekitar 1 jam menyusuri lembah di kaki gunung Lompobattang. Jaraknya sekitar 64 kilometer dari kota kabupaten Sinjai atau 27 kilometer dari kota kecamatan Sinjai Borong.

Ketua Yayasan Al Khairat, Taufik Akbar menyebutkan saat ini siswanya berjumlah 30 siswa yang terbagi 6 kelas, namun saat ini masih banyak anak-anak kampung Paniki lainnya yang ingin ikut bersekolah.

“Meski kondisi sekolah memprihatinkan, masih banyak anak-anak kampung yang mau bersekolah, ada tambahan sekitar 20 anak lagi yang mau bersekolah, sementara gurunya hanya satu orang,” ujar Taufik saat berbincang dengan detikcom, Kamis (2/11/2017).

0f5ccee3-a468-44f7-a894-1e79eb3cd8b8_169

Dengan modal satu bangunan tanpa dinding pembatas kelas, pihak yayasan Al Khairat menyiasati dengan membagi waktu belajar tiap siswa dan dibedakan dengan papan tulis dan meja belajarnya. Siswa SD Al Khairat harus duduk bersila dan menggunakan meja tulis tripleks.

Taufik berharap, ada kepedulian pemerintah kabupaten Sinjai dan pihak lainnya untuk membantu pembangunan sekolah dan menyiapkan tenaga pengajar untuk membantu di sekolah yang dibangun swadaya oleh yayasan Al Khairat.
(mna/asp)

Sumber : DETIK